Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir

AKURAT.CO SUMSEL Kabar baik datang bagi ribuan petani karet di Sumatera Selatan. Harga jual karet di tingkat petani terus menunjukkan tren positif dan kini mencapai level yang dinilai cukup menguntungkan bagi pekebun.
Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar setelah dalam beberapa tahun terakhir petani karet menghadapi fluktuasi harga yang kerap menekan pendapatan mereka.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen kini telah menembus kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Menurutnya, kondisi ini membuat petani lebih optimistis karena nilai jual komoditas andalan Sumsel tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
"Petani cukup gembira karena harga karet saat ini mengalami kenaikan yang baik. Untuk kadar karet kering 100 persen bahkan sudah mencapai sekitar Rp40 ribu per kilogram," ujar Rudi, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Tak Hanya Bupati, Lima Pejabat dan Lima Pengusaha Terjaring OTT KPK di Muara Enim
Meski harga sedang membaik, Rudi mengingatkan petani agar tetap menjaga kualitas hasil sadapan. Menurutnya, mutu karet menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing dan menjaga harga tetap stabil di pasaran.
Ia menilai kualitas produk yang baik akan memberikan keuntungan lebih besar bagi petani, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
"Momentum kenaikan harga ini harus diikuti dengan upaya menjaga mutu dan kualitas karet agar nilai jual tetap kompetitif," katanya.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, harga karet KKK 100 persen saat ini mencapai Rp41.354 per kilogram. Sementara karet dengan kadar kering 70 persen berada di level Rp28.948 per kilogram.
Adapun harga karet dengan kadar kering 60 persen tercatat Rp24.812 per kilogram, kadar 50 persen sebesar Rp20.677 per kilogram, kadar 40 persen Rp16.542 per kilogram, dan kadar 30 persen mencapai Rp12.406 per kilogram.
Rudi menjelaskan, meskipun pasar karet dunia sempat mengalami koreksi pada akhir Mei lalu, secara keseluruhan harga karet masih berada dalam tren positif dibandingkan tahun 2025.
Menurutnya, pelemahan yang sempat terjadi lebih disebabkan oleh proses penyesuaian pasar setelah kenaikan harga yang cukup tinggi dalam beberapa pekan sebelumnya.
"Koreksi yang terjadi masih dalam batas wajar. Secara umum, harga karet saat ini tetap lebih baik dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Dengan tren harga yang terus membaik, petani berharap kondisi positif tersebut dapat bertahan dalam beberapa bulan ke depan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun karet yang selama ini bergantung pada hasil komoditas tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








