Iran Tegaskan Ingin Perang Berakhkr, Survey Dukungan Warga AS ke Trump Anjlok ke Level Terendah

AKURAT. CO SUMSEL - Perang di antara Amerika Serikat dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir.
Kesepakatan damai berulang kali dilakukan namun berakhir kegagalan.
Trump bahkan mengancam akan memborbardir Oman bila mereka menghalangi kesepakatan soal Selat Hormuz.
Baca Juga: Konvoi Pelajar di Palembang Viral, Polisi Bekuk Pemilik Senpira yang Pamer di Jalan
Inilah rangkuman perkembangan terkini perang AS Iran:
1. Iran Tegaskan Ingin Perang Berakhir, Bukan Gencatan Senjata
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran sempat menolak seruan gencatan senjata pada tahap awal perang, seraya menegaskan, "Kami tidak menginginkan gencatan senjata; kami menginginkan berakhirnya perang."
Ia menekankan, Iran tidak ingin konflik hanya dihentikan oleh gencatan senjata namun berlanjut kembali beberapa bulan kemudian.
Baca Juga: 5 Motor Matic Karburator yang Kini Kembali Ngetren, Model Lawas Makin Diburu
Di sisi lain, Presiden Amerika Donald Trump menunjukkan sikap berbeda.
Trump menegaskan blokade angkatan laut AS tetap diberlakukan sepenuhnya dan ranjau di Selat Hormuz telah dibersihkan.
2. Iran Bantah Tuduhan Serang UEA dengan 2 Rudal Balistik
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan Iran meluncurkan dua rudal balistik yang menyasar lalu lintas maritim, satu rudal jatuh di perairan wilayah UEA, sementara satu lainnya jatuh di laut di luar wilayah tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang di Tiap Toko Berbeda, Cek Rincian Terbarunya
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menepis tuduhan UEA tersebut sebagai hal yang "tidak berdasar", seraya menambahkan klaim semacam itu merusak hubungan bertetangga yang baik dan mengikis kepercayaan di kawasan.
Kementerian Luar Negeri UEA mengumumkan seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
3. Tingkat Elektabilitas Trump Menurun
Tingkat dukungan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah merosot ke titik terendah selama masa jabatannya seiring meningkatnya kekhawatiran publik mengenai perang berkepanjangan dengan Iran serta dampak ekonominya.
Baca Juga: iPhone Ultra Terancam Molor, Apple Dikabarkan Tetap Rilis iPhone 18 Pro September
Data ini bersumber dari jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos.
Hanya 33% warga Amerika yang disurvei menyatakan mendukung kinerja Trump selama menjabat, sementara 64% menyatakan tidak mendukung.
Angka tersebut juga menyamai tingkat dukungan terendah yang pernah tercatat selama masa jabatan pertamanya, yaitu pada Desember 2017.
Baca Juga: Perempuan 21 Tahun Tewas Diduga Jadi Korban Begal di Kertapati Palembang
Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 dengan dukungan dari kurang dari separuh warga Amerika atas kinerjanya.
Popularitasnya kemudian menurun di tengah perang dengan Iran, yang bermula dari serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Bansos PKH BPNT Agustus 2026 Cair, Dapat Berapa?
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








