Sumsel

Update Perang Iran-AS: Arab Saudi Serang Irak, Hubungan Trump Netanyahu Memburuk

Septiyanti Dwi Cahyani | 30 Juli 2026, 08:00 WIB
Update Perang Iran-AS: Arab Saudi Serang Irak, Hubungan Trump Netanyahu Memburuk
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump.

AKURAT.CO SUMSEL - Eskalasi militer di Timur Tengah kembali memanas dalam dua hari terakhir.

Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania, sementara AS bersama Arab Saudi menggempur kelompok milisi pro-Iran di Irak timur.

Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperlihatkan sinyal hubungan yang kembali memburuk terkait strategi menghadapi Iran.

Baca Juga: Ratu Dewa Semprot OPD, Serapan Anggaran Pemkot Palembang Baru 35 Persen

Inilah rangkuman perkembangan perang di Timur Tengah hingga Rabu, 29 Juli 2026.

1. Hubungan Trump dan Netanyahu Memburuk

Trump menerima kunjungan Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2036).

Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama kedua pemimpin sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu.

Baca Juga: DKPP Sumsel Jelaskan Perhitungan Keuntungan Industri Penggilingan Padi

Sebelum pertemuan berlangsung, Trump secara terbuka mengkritik rencana Netanyahu yang ingin membahas fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain, yang diyakini terkait program nuklir Iran di dekat Natanz.

Trump mengatakan dirinya tidak memerlukan penjelasan dari Netanyahu mengenai fasilitas tersebut.

Trump juga menegaskan AS mengetahui kondisi fasilitas tersebut dan mengancam akan menghancurkannya apabila Iran gagal mencapai kesepakatan diplomatik mengenai program nuklirnya.

Baca Juga: Pajak Sawit Dongkrak APBN Sumsel, Pendapatan Negara Tembus Rp7,95 Triliun di Semester I 2026

2. Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa (28/7/2026) waktu setempat menembakkan sejumlah rudal balistik ke arah pangkalan militer AS di Yordania. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.

Serangan tersebut menjadi serangan rudal balistik langsung pertama Iran terhadap pasukan AS sejak Washington menghentikan sementara operasi udara ke wilayah Iran untuk memberi ruang bagi perundingan.

Serangan itu dipandang sebagai sinyal bahwa Iran tetap mempertahankan tekanan militer terhadap AS meski intensitas serangan kedua negara sempat menurun dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Karhutla Masih Mengancam Sumsel, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api di Enam Titik

3. AS dan Arab Saudi Kompak Serang Irak

Beberapa jam setelah serangan rudal Iran, AS dan Arab Saudi melancarkan operasi udara gabungan terhadap sejumlah posisi milisi pro-Iran di Irak timur.

Menurut CENTCOM, operasi tersebut menyasar kelompok-kelompok bersenjata yang didukung IRGC setelah lebih dari 30 serangan drone dalam tiga hari terakhir diarahkan ke pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan operasi militer itu merupakan tindakan membela diri setelah fasilitas minyak di Provinsi Timur dan wilayah Riyadh menjadi sasaran serangan drone yang berasal dari wilayah Irak.

Baca Juga: Hotspot di Sumsel Melonjak Jadi 147 Titik, Muba Paling Banyak, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Riyadh menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik, tetapi akan merespons setiap serangan terhadap wilayah dan infrastruktur strategisnya.

Sementara itu, kelompok Popular Mobilization Forces (PMF) di Irak mengonfirmasi sejumlah markas mereka diserang dan melaporkan adanya korban tewas maupun luka-luka.

Operasi tersebut menjadi salah satu aksi militer gabungan AS-Arab Saudi yang paling signifikan sejak perang dengan Iran pecah awal tahun ini.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.