Sumsel

Komputer Tak Lagi Pakai Listrik? China Uji Teknologi Berbasis Cahaya

Kurnia | 29 Juni 2026, 14:00 WIB
Komputer Tak Lagi Pakai Listrik? China Uji Teknologi Berbasis Cahaya
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL China kini mulai mengembangkan teknologi komputasi berbasis cahaya yang disebut mampu menjadi solusi baru untuk menghadapi kebutuhan daya komputasi yang terus meningkat.

Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Shanghai Key Laboratory of Integrated Photonic Computing Chips and Systems di Shanghai Jiao Tong University.

Fasilitas ini akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan teknologi komputasi fotonik atau komputer yang memanfaatkan cahaya untuk memproses data.

Berbeda dengan chip konvensional yang menggunakan aliran elektron melalui sirkuit silikon, teknologi fotonik bekerja menggunakan partikel cahaya atau foton untuk membawa dan mengolah informasi.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Usai AS Iran Kembali Saling Serang

Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar karena cahaya mampu bergerak lebih cepat dan menghasilkan panas lebih rendah dibandingkan sistem berbasis listrik.

Jawaban atas Tantangan Era AI

Kemunculan laboratorium tersebut tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan industri terhadap kemampuan komputasi besar.

Perkembangan AI yang semakin kompleks membuat pusat data harus mengeluarkan energi lebih besar untuk menjalankan berbagai model kecerdasan buatan.

Komputasi fotonik dipandang sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi keterbatasan teknologi semikonduktor saat ini.

Direktur laboratorium sekaligus profesor Shanghai Jiao Tong University, Zou Weiwen, mengatakan teknologi ini memiliki keunggulan dalam kecepatan komunikasi data, latensi rendah, dan efisiensi energi.

Menurutnya, komputasi berbasis cahaya menjadi salah satu jalur penting dalam pengembangan kemampuan komputasi masa depan.

Kolaborasi Riset dan Industri

Laboratorium baru ini merupakan kerja sama antara Shanghai Jiao Tong University dan Lightelligence, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang komputasi fotonik.

Para peneliti akan mengembangkan berbagai bidang, mulai dari desain chip fotonik, integrasi silikon dan cahaya, perangkat optik, arsitektur komputer, algoritma, hingga penerapan teknologi untuk kebutuhan industri.

China melihat teknologi ini sebagai bagian penting dalam membangun infrastruktur AI generasi berikutnya.

Masih Hadapi Tantangan

Meski menawarkan banyak keunggulan, komputer berbasis cahaya masih membutuhkan waktu sebelum dapat digunakan secara luas.

Salah satu tantangan terbesar adalah ekosistem perangkat lunak yang belum berkembang sepenuhnya. Hardware fotonik membutuhkan algoritma dan sistem khusus agar kemampuan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan maksimal.

Selain itu, para ilmuwan masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan teknis agar performa komputasi fotonik dapat benar-benar mencapai potensinya.

Namun, pembangunan laboratorium khusus ini menunjukkan keseriusan China dalam mengejar teknologi komputasi masa depan.

Jika berhasil dikembangkan, teknologi fotonik berpotensi mengubah cara dunia membangun pusat data, menjalankan AI, hingga menghadirkan komputer yang lebih cepat dan hemat energi.

Keyword SEO: teknologi AI China, komputer cahaya, komputasi fotonik, chip fotonik, masa depan AI, teknologi terbaru, inovasi China.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia