Waspada Risiko Memanasi Makanan Bersantan Berulang, Penyakit Jantung hingga Kanker Mengintai

AKURAT. CO SUMSEL - Memanasi makanan yang tak habis dimakan, termasuk makanan bersantan adalah salah satu kebiassan masyarakat Indonesia, terutama di momen lebaran seperti saat ini.
Rendang, Opor Ayam hingga Sambal Goreng Kentang merupakan makanan bersantan yang selalu ada di momen lebaran.
Bukan hanya karena kelezatannya, menyajikan makanan-makanan tersebut seolah telah menjadi tradisi khusus setiap momen perayaan Idul Fitri tiba di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Puluhan Perusahaan di Sumsel Dilaporkan Terkait Masalah THR, Paling Banyak dari Palembang
Perlu diketahui, ternyata ada bahaya yang mengintai ketika kita memanasi makanan bersantan apalagi jika dilakukan berulang.
Santan merupakan salah satu bahan utama berbagai masakan tradisional Indonesia.
Cairan ini diperoleh dari perasan daging kelapa dan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, sekitar 90–92 persen.
Baca Juga: Puncak Arus Balik di Sumsel Diprediksi Terjadi 6-7 April 2025
Namun, jenis lemak jenuh dalam santan berbeda dengan lemak yang terkandung pada produk hewani dan susu.
Lemak jenuh dalam produk hewani umumnya berupa asam lemak rantai panjang (long-chain fatty acid) yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.
Sebaliknya, santan mengandung asam lemak jenuh rantai sedang (medium-chain fatty acid) yang lebih mudah diserap dan diolah oleh tubuh.
Baca Juga: Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Sederet Artis Dewi Yull hingga Andre Taulany Sampaikan Duka
Salah satu komponen utama santan adalah asam laurat, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Namun, jika dipanaskan berulang kali, kandungan tersebut bisa berubah bahkan berbahaya bagi kesehatan.
Ketika santan dipanaskan berkali-kali, akan terjadi proses oksidasi lemak yang dapat mengubah asam laurat menjadi asam lemak bebas.
Baca Juga: Profil, Perjalanan Karier hingga Daftar Film yang Pernah Dibintangi Ray Sahetapy
Proses ini menghasilkan radikal bebas dan senyawa berbahaya, seperti aldehida dan keton, yang dapat merusak sel tubuh serta meningkatkan risiko penyakit jantung.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi jangka panjang makanan bersantan yang dipanaskan berulang dapat meningkatkan risiko kanker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








