Waspada! Stroke Kini Mengincar Usia Produktif, Bukan Lagi Penyakit Lansia

AKURAT.CO SUMSEL Selama ini stroke kerap dikaitkan dengan penyakit orang tua.
Namun, anggapan tersebut kini terbantahkan. Studi dan data terbaru menunjukkan bahwa stroke tak lagi eksklusif menyerang lansia, melainkan mulai banyak terjadi di kalangan usia muda dan produktif.
Fenomena ini disebut sebagai pergeseran epidemiologi stroke, di mana usia penderita cenderung semakin muda. Gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab utama.
Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, minimnya aktivitas fisik, hingga obesitas menjadi pintu masuk utama risiko stroke sejak dini.
Baca Juga: Rahasia Tetap Semangat Saat Cuaca Mendung, Nomor Terakhir Paling Simpel
Stroke pada usia muda memiliki dampak lebih luas. Tak hanya secara kesehatan, tapi juga ekonomi dan sosial, karena usia produktif yang terkena stroke umumnya sedang dalam puncak karier dan tanggung jawab keluarga.
Risiko Stroke Berdasarkan Usia
Meski risiko stroke secara alami meningkat seiring bertambahnya usia, bukan berarti kelompok muda aman sepenuhnya.
Penelitian menyebutkan bahwa usia rata-rata penderita stroke adalah sekitar 74 tahun. Namun, kasus pada rentang usia 30–50 tahun terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Menurut data dari sebuah studi tahun 2021, laki-laki lebih rentan terkena stroke pada usia 30 hingga 74 tahun, sementara perempuan lebih rentan setelah usia 75 tahun.
Bahkan laporan tahun 2009 menyebutkan bahwa risiko stroke meningkat sekitar 9–10 persen setiap tahunnya, tergantung jenis kelamin.
Kenali Faktor Risiko dan Cegah Sejak Dini
Para ahli membagi faktor risiko stroke menjadi dua kategori: yang bisa dikendalikan dan yang tidak.
Tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol masuk dalam faktor risiko yang bisa dicegah.
Sementara itu, usia, riwayat stroke sebelumnya, dan faktor genetik merupakan risiko yang sulit dihindari.
Meski begitu, kabar baiknya, lebih dari 90 persen kejadian stroke sebenarnya dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
Baca Juga: Rahasia Tetap Semangat Saat Cuaca Mendung, Nomor Terakhir Paling Simpel
Pakar kesehatan menyarankan untuk melakukan pola hidup sehat seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara berkala.
Stroke bukan sekadar penyakit mendadak. Ia adalah akumulasi dari kebiasaan yang seringkali kita abaikan.
Mulailah dari hal sederhana, seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, serta berhenti merokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun






