Sumsel

Diduga Dianiaya Tanpa Sebab, Pria di Palembang Dipukul Balok Kayu Saat Duduk Santai, Keluarga Lapor Polisi

Deny Wahyudi | 16 Juli 2026, 15:00 WIB
Diduga Dianiaya Tanpa Sebab, Pria di Palembang Dipukul Balok Kayu Saat Duduk Santai, Keluarga Lapor Polisi
Diduga Dianiaya Tanpa Sebab, Pria di Palembang Dipukul Balok Kayu Saat Duduk Santai, Keluarga Lapor Polisi

AKURAT.CO SUMSEL Seorang pria di Kota Palembang, Sumatera Selatan, diduga menjadi korban penganiayaan secara tiba-tiba saat sedang duduk di kawasan Jalan Puncak Sekuning, Gang Kaleng, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB itu kini dilaporkan ke Polrestabes Palembang.

Korban diketahui bernama Junaidi (44). Akibat kejadian tersebut, ia mengalami sejumlah luka dan memar di beberapa bagian tubuh.

Tidak terima dengan peristiwa yang menimpa suaminya, Merry Yuliana (38) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang untuk membuat laporan resmi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan.

Merry menuturkan, berdasarkan cerita yang disampaikan suaminya, saat kejadian korban sedang duduk di lokasi kejadian ketika tiba-tiba seorang pria berinisial RK alias AK datang dari arah belakang.

"Tanpa ada pembicaraan terlebih dahulu, terlapor langsung menendang bagian dada korban," ujar Merry kepada petugas kepolisian.

Tak berhenti di situ, terlapor juga diduga memukul bagian leher kiri korban, kemudian menghantam tangan kiri korban menggunakan balok kayu serta menendang kaki kanan korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Junaidi mengalami sesak dan nyeri pada bagian dada, luka memar serta lecet di leher kiri, memar pada tangan kiri, hingga luka di bagian kaki kanan.

Baca Juga: Daihatsu Taft 2026 Meluncur, Tampil Lebih Tangguh dengan Fitur Keselamatan yang Makin Canggih

Korban mengaku hingga kini belum mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran penganiayaan tersebut.

"Saya merasa tidak pernah memiliki masalah dengan yang bersangkutan. Tiba-tiba datang dan langsung melakukan pemukulan," kata Junaidi.

Merry juga mengaku terkejut dengan kejadian itu karena keluarganya selama ini mengenal baik terlapor dan tidak pernah memiliki persoalan pribadi.

Menurutnya, terlapor bahkan pernah meminjam uang kepada keluarganya. Namun hal tersebut tidak pernah dipermasalahkan maupun ditagih kembali.

"Kami selama ini baik-baik saja. Karena itu kami juga bingung apa penyebabnya. Apakah ada kesalahpahaman atau alasan lain, kami belum mengetahuinya," ujarnya.

Laporan dugaan penganiayaan tersebut telah diterima oleh SPKT Polrestabes Palembang dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia