Sumsel

Kasus Pengusaha Aniaya Sopir Truk di Palembang Direkonstruksi, 11 Adegan Penganiayaan Dilakukan

Deny Wahyudi | 9 Juli 2026, 09:00 WIB
Kasus Pengusaha Aniaya Sopir Truk di Palembang Direkonstruksi, 11 Adegan Penganiayaan Dilakukan
Kasus Pengusaha Aniaya Sopir Truk di Palembang Direkonstruksi, 11 Adegan Penganiayaan Dilakukan

AKURAT.CO SUMSEL Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang pengusaha di Palembang, Junaidi alias Ko Ajun, terhadap sopir truknya, Irza.

Kasus tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video aksi penganiayaan itu viral di media sosial.

Rekonstruksi berlangsung di kantor milik Ko Ajun yang menjadi lokasi kejadian di Jalan Nurdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Dalam proses tersebut, penyidik memperagakan sebanyak 11 adegan untuk mencocokkan keterangan para pihak dengan fakta di lapangan.

Ko Ajun tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye milik Polrestabes Palembang bernomor 111 saat memperagakan setiap adegan yang diminta penyidik.

Korban, Irza, juga dihadirkan dalam rekonstruksi untuk menyaksikan sekaligus memastikan rangkaian peristiwa yang diperagakan. Saat mengikuti rekonstruksi, Irza diketahui mengenakan pakaian tahanan karena tengah menjalani proses hukum dalam perkara berbeda.

Irza saat ini ditahan oleh Polsek Sukarami setelah dilaporkan Ko Ajun atas dugaan penggelapan kendaraan.

Penasihat hukum Ko Ajun, Benny Murdani, mengatakan rekonstruksi memperlihatkan adanya tindakan pemukulan yang dilakukan kliennya terhadap korban.

"Dari adegan pertama hingga adegan ke-11 memang diperagakan adanya pemukulan yang dilakukan klien kami terhadap Irza. Namun, terkait dugaan adanya pihak lain yang ikut melakukan pengeroyokan, kami tidak mengetahuinya. Dalam rekonstruksi yang terlihat hanya Pak Ajun," ujar Benny usai rekonstruksi.

Baca Juga: Daftar 10 SPBU di Palembang dengan Jam Pengisian Solar Subsidi Diperpanjang

Menurut Benny, video yang sempat beredar luas di media sosial juga memperlihatkan keterlibatan kliennya dalam aksi penganiayaan tersebut. Meski demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik apabila nantinya ditemukan fakta hukum lain selama proses penyidikan berlangsung.

"Kalau nantinya ditemukan dan terbukti ada pihak lain yang ikut melakukan pemukulan, tentu silakan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Ia menambahkan, proses hukum yang kini dijalani kliennya menjadi pelajaran berharga. Ko Ajun disebut mengakui perbuatannya yang melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap korban.

Selain itu, Benny memastikan korban yang hadir dalam rekonstruksi tidak menyampaikan keberatan ataupun sanggahan terhadap 11 adegan yang diperagakan selama proses berlangsung.

Rekonstruksi tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia