Sumsel

Kronologi Penculikan Kacab Bank BUMN yang Libatkan Oknum TNI, Sudah Terencana Sejak Juni 2025

St Shofia Munawaroh | 17 September 2025, 09:26 WIB
Kronologi Penculikan Kacab Bank BUMN yang Libatkan Oknum TNI, Sudah Terencana Sejak Juni 2025

 

AKURAT. CO SUMSEL - Polisi akhirnya mengungkap motif hingga kronologi penculikan Kacab Bank BUMN, Muhammad Ilham Pradipta (MIP).

Polisi mengatakan, kasus penculikan ini dilakukan oleh 18 pelaku dan sudah direncanakan sejak 25 Juni 2025.

Sementara itu, dari 18 pelaku penculikan, dua diantaranya adalah anggota Kopassus milik TNI.

Baca Juga: Sinopsis Film Dollhouse, Kisah Horor Keluarga di Jepang Dihantui Boneka Antik

Mereka adalah Kopda FH dan Serka M.

Berikut adalah kronologi lengkap kasus penculikan Kacab Bank BUMN MIP yang terjadi pada 20 Agustus 2025 lalu. 

Juni 2025: Rencana Pemindahan Dana Rekening Dormant

Baca Juga: Info Prakiraan Cuaca Sumsel 17 September 2025: Hujan Petir Melanda Sejumlah Daerah

Latar belakang kasus penculikan MIP bermula pada Juni 2025, ketika salah satu pelaku bernama Candy alias Ken bertemu dengan pelaku lainnya, Dwi Hartono.

Saat itu, Candy yang memiliki data sejumlah rekening dormant di beberapa bank berencana memindahkan dana dari rekening-rekening tersebut ke rekening penampungan yang sudah disiapkan.

Untuk merealisasikan rencana itu, Candy pun membentuk tim IT.

Baca Juga: Gagal Gondol Daging Sapi, Dua Maling di Palembang Babak Belur Dihajar Warga

Namun, ia mengalami kendala karena pemindahan dana dari rekening dormant ke rekening penampungan tetap membutuhkan persetujuan dari kepala bank.

Sehingga, Candy pun mengajak pelaku Dwi Hartono alias DH untuk mencari kepala cabang atau cabang pembantu yang bisa diajak bekerja sama terkait pemindahan dana tersebut.

Adapun terkait jumlah uang dalam rekening dormant tersebut belum diketahui karena Candy bersifat tertutup kepada penyidik saat proses pemeriksaan berlangsung. 

Baca Juga: Ribuan Narkoba dan Senjata Ilegal Dimusnahkan Kejari Palembang, Tekad Berantas Kejahatan Kian Kuat

Juli 2025: Persiapan Penculikan

Pada 30 Juli 2025, Candy bertemu Dwi Hartono dan pelaku lainnya yaitu AAM karena memiliki informasi terkait rekening dormant di Bank BRI.

Dalam pertemuan itu, Candy mengatakan jika pendekatan dengan KCP tidak berhasil. Akan tetapi, ia mengaku memiliki kartu nama MIP dari 'orang-orangnya' di lapangan yang mencari KCP.

Baca Juga: Ribuan Narkoba dan Senjata Ilegal Dimusnahkan Kejari Palembang, Tekad Berantas Kejahatan Kian Kuat

Dalam pertemuan itu juga, Candy memaparkan dua rencana.

Pertama, pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kemudian korban dilepas.

Kedua, pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman yang berujung pada penghilangan atau membunuh korban.

Baca Juga: Bulog Sumsel-Babel Tingkatkan Penyaluran Beras SPHP Menjadi 51.281 Ton

Sehari berselang, yaitu 31 Juli 2025, Candy, DH dan AAM kembali bertemu untuk menentukan rencana yang akan dijalankan. 

Agustus 2025: Eksekusi

- 12 Agustus 2025, Candy memutuskan melalui WA untuk menjalankan rencana pertama: pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kemudian korban dilepas. 

Baca Juga: Awalnya Ejek-ejekan di Medsos, Pria di Palembang Dikeroyok Saat Bertemu Langsung

- 16 Agustus 2025, DH mengajak JP bertemu di Kota Wisata Cibubur, Bogor untuk menanyakan apakah JP memiliki kenalan kelompok preman yang bisa menjalankan aksi penculikan, baik dari sipil maupun aparat. 

- 17 Agustus 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, JP mendatangi rumah Kopassus TNI AD, Sersan Kepala (Serka) N sebagai upaya menindaklanjuti permintaan DH.

Namun, Serka N meminta untuk bertemu dengan DH terlebih dahulu hingga terjadilah pertemuan antara Serka N, DH, JP dan AAM di sebuah kafe di Kota Wisata Cibubur pukul 20.00 WIB di hari yang sama.

Selain menyiapkan tim pembuntutan dan penculikan, DH, AAM dan JP juga menyiapkan Safe House untuk memaksa korban melakukan pemindahan dana. 

Baca Juga: Harga Cabai Merah Keriting di Sumsel Tembus Rp95 Ribu, Banjir Jadi Biang Kerok

- 18 Agustus 2025: Serka N, DH, JP dan AAM bertemu lagi di kafe di Kota Wisata Cibubur membahas persiapan penculikan dengan kesepakatan sebagai berikut:

1. DH dan AAM bertugas menyiapkan tim yang akan mencari alamat dan membuntuti korban, tim terdiri dari tiga orang yaitu R, E dan B alias Buron. 

2. JP menyiapkan tim yang akan membantu membuntuti korban. 

Baca Juga: Dua Menu MBG di OKI Terkontaminasi E Coli, Dinkes Sumsel Pastikan Sumber dari Proses Dapur

3. AW menyiapkan tim yang akan melakukan penculikan terhadap korban. 

4. Serka N menghubungi Kopral Dua (Kopda) FH untuk menyiapkan tim yang akan menculik korban. 

- 19 Agustus 2025, Kopda FH menunjukkan foto target penculikan kepada Eras, EG (buron), REH dan AT. 

Baca Juga: Motor Digelapkan Senior Kampus, Debi Lapor Polisi

- 20 Agustus 2025, Hari-H Ilham diculik oleh Eras, REH, JRS, AT, EWB dan EG (Buron) di area parkir supermarket wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan mobil Avanza putih.

Setelah itu Ilham diserahkan ke tim lain (Serka N, JP, MU dan DSD) dan digeser ke mobil Fortuner hitam sekitar pukul 21.00 WIB di daerah Kemayoran.

Tim ini menunggu tim penjemputan yang disiapkan Candy untuk membawa Ilham ke Safe House namun tidak kunjung datang.

Baca Juga: IRT di Palembang Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sesama Pedagang Minuman, Laporkan ke Polisi

Akhirnya, korban yang sudah semakin lemas akibat penganiayaan pun dibuang di daerah Serang Baru, Cikarang dalam kondisi kaki dan tangan masih terikat.

Belakangan, baru diketahui safe house yang telah disiapkan tersebut malah disewa orang. 

- 21 Agustus 2025

MIP ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025), sekitar pukul 05.30 WIB oleh warga yang sedang mencari rumput. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.