Pendapatan Negara di Sumsel Baru Capai 25 Persen Target, PNBP Melonjak Tapi Cukai Tertekan

AKURAT.CO SUMSEL Realisasi pendapatan negara di Sumatera Selatan hingga 30 April 2026 mencapai Rp5,29 triliun atau sekitar 25 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN tahun ini.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengatakan penerimaan pajak masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan negara di wilayah tersebut.
Hingga akhir April 2026, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp4,02 triliun atau 23,12 persen dari target. Angka tersebut tumbuh 11,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Rahmadi, pertumbuhan penerimaan pajak didorong oleh meningkatnya setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari bendahara pemerintah serta pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) tahunan badan dari sektor perkebunan kelapa sawit.
"Aktivitas belanja pemerintah dan sektor perkebunan sawit masih menjadi penopang utama penerimaan pajak di Sumsel," ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan kinerja yang cukup positif. Hingga April 2026, realisasi PNBP mencapai Rp1,26 triliun atau 51,17 persen dari target tahunan.
Baca Juga: Dari Rp50 Juta Jadi Rp6,7 Miliar, Ini Rincian Kekayaan Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji
Capaian tersebut tumbuh 40,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi komponen pendapatan negara dengan pertumbuhan tertinggi di Sumsel.
Rahmadi menjelaskan, kenaikan PNBP terutama berasal dari kelompok PNBP lainnya, khususnya penerimaan kembali belanja barang tahun anggaran yang lalu (TAYL).
Sementara itu, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai justru mengalami penurunan signifikan. Realisasinya hanya mencapai Rp106,54 miliar atau 6,12 persen dari target yang ditetapkan.
Secara tahunan, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat turun 48,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Rahmadi, penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya harga patokan ekspor serta berkurangnya volume ekspor crude palm oil (CPO) dan berbagai produk turunannya.
"Kondisi ini berdampak langsung terhadap penerimaan negara dari sektor perdagangan internasional," katanya.
Di tengah pendapatan yang masih berada pada kisaran seperempat target, realisasi belanja negara di Sumsel terus berjalan. Hingga akhir April 2026, total belanja negara tercatat mencapai Rp12,61 triliun.
Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp4,24 triliun atau 29,06 persen dari pagu anggaran. Angka itu meningkat 28,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan belanja pemerintah pusat didorong oleh naiknya belanja pegawai, percepatan belanja barang, serta meningkatnya realisasi belanja modal.
Selain itu, pertumbuhan yang cukup tinggi juga dipengaruhi oleh rendahnya basis perbandingan pada tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








