Sumsel

Fasilitas Perumahan di Sumsel Terus Membaik, Masih Ada 20 Persen Warga Tinggal di Rumah Sempit

Kurnia | 11 Juli 2026, 22:00 WIB
Fasilitas Perumahan di Sumsel Terus Membaik, Masih Ada 20 Persen Warga Tinggal di Rumah Sempit
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kondisi fasilitas dan kualitas perumahan masyarakat pada 2025 menunjukkan tren yang semakin baik. Sebagian besar rumah tangga telah menikmati akses listrik, memiliki bangunan permanen, serta menggunakan jamban yang layak.

Berdasarkan data terbaru, 99,78 persen rumah tangga telah menggunakan listrik sebagai sumber penerangan utama. Capaian ini menunjukkan hampir seluruh masyarakat telah memperoleh akses terhadap energi listrik.

Sementara itu, 68,96 persen rumah tangga telah memiliki akses terhadap air bersih. Namun, untuk penggunaan air minum yang berasal dari jaringan leding maupun air kemasan, angkanya masih mencapai 41,37 persen.

Pada aspek sanitasi, sebanyak 77,69 persen rumah tangga telah memiliki jamban sendiri yang dilengkapi tangki septik.

Angka tersebut mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang layak.

Baca Juga: Karhutla di Sumsel Tembus 306 Kejadian, PALI hingga Muba Jadi Wilayah Paling Rawan

Dari sisi kualitas bangunan, kondisi perumahan juga menunjukkan perkembangan positif.

Sebanyak 99,05 persen rumah tangga telah menempati rumah dengan lantai bukan tanah, sementara 99,82 persen memiliki dinding permanen.

Selain itu, 92,91 persen rumah telah menggunakan atap yang tergolong layak, sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi penghuninya.

Meski demikian, data juga menunjukkan masih terdapat 20,22 persen rumah tangga yang memiliki luas lantai kurang dari 10 meter persegi per kapita.

Kondisi ini mengindikasikan masih adanya masyarakat yang tinggal di hunian dengan ruang yang relatif terbatas.

Secara keseluruhan, data 2025 memperlihatkan bahwa kualitas fasilitas dan kondisi fisik perumahan terus mengalami peningkatan.

Namun, akses terhadap air minum layak serta penyediaan hunian yang lebih luas masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia