Sumsel

Banyuasin dan Muratara Jadi Daerah dengan Angka Buta Huruf Tertinggi di Sumsel

Kurnia | 20 Juni 2026, 22:00 WIB
Banyuasin dan Muratara Jadi Daerah dengan Angka Buta Huruf Tertinggi di Sumsel
Ilustrasi membaca.

AKURAT.CO SUMSEL Kesenjangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan di Sumatera Selatan masih terlihat dari data angka buta huruf tahun 2025.

Perempuan tercatat memiliki tingkat buta huruf yang jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki di hampir seluruh kabupaten dan kota.

Berdasarkan data tahun 2025, angka buta huruf di Sumatera Selatan mencapai 1,11 persen.

Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, angka buta huruf perempuan mencapai 1,59 persen, lebih dari dua kali lipat dibanding laki-laki yang berada di angka 0,65 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok perempuan masih menjadi pihak yang paling rentan mengalami keterbatasan akses pendidikan, terutama di wilayah pedesaan dan daerah yang memiliki tantangan geografis.

Baca Juga: Polisi Tunggu Hasil RSJ Terkait Kondisi Kejiwaan Tersangka Penusukan Lansia di Palembang

Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi daerah dengan angka buta huruf perempuan tertinggi di Sumatera Selatan, yakni mencapai 2,97 persen.

Disusul Kabupaten Banyuasin sebesar 2,86 persen, Kabupaten Pali 2,77 persen, dan Kabupaten Muara Enim 2,74 persen.

Sementara itu, untuk gabungan laki-laki dan perempuan, Banyuasin mencatat angka buta huruf tertinggi sebesar 2,19 persen, diikuti Musi Rawas Utara 2,06 persen, serta Muara Enim dan Pali yang sama-sama berada di angka 1,68 persen.

Di sisi lain, Kota Palembang menjadi daerah dengan angka buta huruf terendah di Sumatera Selatan.

Angka buta huruf gabungan hanya mencapai 0,41 persen, dengan angka perempuan sebesar 0,71 persen dan laki-laki 0,10 persen.

Selain Palembang, tingkat buta huruf yang relatif rendah juga tercatat di Kota Prabumulih sebesar 0,49 persen, Kota Pagar Alam 0,55 persen, dan Kabupaten Empat Lawang 0,73 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa wilayah perkotaan umumnya memiliki akses pendidikan yang lebih baik dibandingkan daerah lain, sehingga angka buta huruf dapat ditekan lebih rendah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia