PGRI OKU Desak Perlindungan Negara Setelah Guru SMP Ditemukan Tewas Terikat di Kos

AKURAT.CO SUMSEL Dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tengah berduka. Syaidatul Fitriyah (27), guru TIK SMP Negeri 46 OKU yang baru sebulan dilantik sebagai ASN PPPK, ditemukan tewas di kamar kosnya pada Rabu (19/11/2025).
Korban ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat, masih mengenakan seragam dinas, diduga baru pulang mengajar.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) OKU. Organisasi profesi tersebut menyatakan akan mengirim surat resmi kepada pengurus besar PGRI untuk diteruskan kepada Presiden sebagai bentuk desakan agar negara memberikan perlindungan nyata bagi para pendidik.
Sekretaris PGRI OKU, Natun, menyebut seluruh guru di OKU terpukul dengan kematian tragis tersebut.
“Ini tindakan sangat keji. Almarhum ditemukan masih memakai seragam, di kos yang sederhana. Kami sangat berduka sekaligus marah,” kata Natun.
Baca Juga: Guru PPPK Ditemukan Tewas Terikat dan Mulut Tersumpal di OKU
Ia menegaskan PGRI OKU meminta kasus ini ditangani cepat dan transparan. Selain melayangkan surat ke pengurus besar PGRI dan Presiden, pihaknya juga mengirimkan laporan kepada Kapolres OKU.
“Kami tidak ingin ada guru lain yang menjadi korban. Perlindungan profesi harus menjadi perhatian negara,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman, menjelaskan bahwa Syaidatul merupakan perantau asal Lampung yang tinggal seorang diri. Ia dikenal jarang membagikan aktivitas pribadi di media sosial.
Unggahan terakhirnya berupa video kegiatan outbond bersama siswa pada 25 Oktober 2025. Sebelumnya, ia sempat membagikan foto-foto ketika mengajar di Lampung pada 2024.
“Korban baru diangkat sebagai guru PPPK pada 1 Oktober. Ini duka mendalam bagi kami,” ujar Kadarisman.
Ia meminta aparat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelakunya.
Hasil pemeriksaan luar pada jenazah menunjukkan adanya sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh, termasuk paha, kening, pergelangan tangan, pergelangan kaki, serta pembengkakan pada mulut dan telinga. Polisi juga menemukan indikasi jeratan.
Kasubsi Sie Humas Polres OKU, Ipda Chandra, menegaskan penyidik masih mendalami motif dan mencari pelaku. Pihaknya meminta warga tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
“Indikasinya memang kuat mengarah pada pembunuhan. Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secepat mungkin,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









