Kadisdik Palembang: Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa SDN 150 Akan Diusut Tuntas, Tunggu Hasil Medis RSUD Bari

AKURAT.CO SUMSEL Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Muhammad Affan Prapanca, akhirnya angkat bicara terkait viralnya kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa kelas 1 SD Negeri 150 Palembang yang diduga dilakukan oleh oknum guru.
Affan menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri secara menyeluruh penyebab luka lebam di mata kiri korban dan memastikan proses penyelidikan berjalan transparan.
“Kami akan usut penyebab seorang siswa itu, apakah benar akibat kekerasan atau ada faktor lain,” kata Affan Prapanca kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Ia menyebutkan, saat ini Dinas Pendidikan Kota Palembang masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari RSUD Palembang Bari untuk memastikan penyebab pasti luka yang dialami korban.
“Kami masih menunggu hasil medis dari RSUD Bari untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari mata Fathia yang bengkak dan merah,” ujarnya.
Baca Juga: Orang Tua Siswa SD di Palembang Laporkan Guru ke Polisi, Diduga Aniaya Anak di Dalam Kelas
Affan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim medis serta proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang.
“Mohon bersabar, nanti akan diinformasikan secara resmi setelah semua hasil dan data kami terima,” ungkapnya.
Sebelumnya, orang tua korban bernama Sukrisnawati (40) bersama suaminya melapor ke Polrestabes Palembang pada Senin (3/11/2025) pagi.
Ia mengaku tidak terima anaknya, FR (7), mengalami luka lebam di bagian mata setelah pulang sekolah pada Senin (27/10/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kejadian tersebut terjadi di ruang kelas SDN 150 Palembang, Jalan Sosial, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus.
Sukrisnawati mengaku mengetahui kondisi anaknya saat menjemput pulang dari sekolah dan melihat kedua mata korban dalam keadaan memar. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









