Sumsel

Isu Tawuran Pelajar Beredar di WhatsApp, Kapolrestabes Palembang Siapkan Pengamanan Sekolah

Kurnia | 17 Agustus 2026, 18:15 WIB
Isu Tawuran Pelajar Beredar di WhatsApp, Kapolrestabes Palembang Siapkan Pengamanan Sekolah
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan

AKURAT.CO SUMSEL Kabar mengenai rencana tawuran besar-besaran antarpelajar di Kota Palembang membuat sejumlah orang tua siswa resah.

Pesan berantai terkait dugaan aksi tersebut beredar di sejumlah grup WhatsApp sekolah.

Menanggapi keresahan tersebut, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan memastikan kepolisian telah mengambil langkah pencegahan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan.

"Polrestabes Palembang hingga kini sudah melakukan upaya mitigasi dan pencegahan agar tidak terjadi tawuran ini," tegas Sonny saat dikonfirmasi.

Kekhawatiran orang tua muncul setelah sebelumnya terjadi aksi kejar-kejaran sejumlah sepeda motor yang diduga melibatkan pelajar di Jalan Mesuji 1, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Lokasi kejadian berada di seberang SMKN 2 Palembang. Peristiwa tersebut juga diduga diwarnai aksi penganiayaan.

Baca Juga: Orang Tua Resah Isu Tawuran Besar-besaran, Ratu Dewa Langsung Hubungi Kapolrestabes

Sonny mengatakan Polrestabes Palembang bersama jajaran polsek telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah isu tersebut berkembang menjadi aksi tawuran.

Koordinasi dilakukan dengan Dinas Pendidikan, pihak sekolah, guru hingga petugas keamanan sekolah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk mencegah terjadinya tawuran dan akan melaksanakan pengamanan di sekolah-sekolah besok," ujarnya.

Pengamanan akan dilakukan di sejumlah sekolah untuk mengantisipasi adanya pelajar yang berkumpul atau melakukan aksi yang berpotensi memicu bentrokan.

Selain mengandalkan pengamanan kepolisian dan sekolah, Sonny meminta orang tua ikut mengambil peran dalam memastikan aktivitas anak-anak mereka.

Orang tua diminta mengawasi anak saat berangkat maupun pulang sekolah. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah pelajar terlibat dalam aksi tawuran.

"Pentingnya peran orang tua di sini untuk mengawasi anaknya saat pergi dan pulang sekolah. Jika tidak ikut upacara, anak dilarang untuk bepergian," imbaunya.

Kepolisian pun mengingatkan agar para pelajar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia