Sumsel

HUT RI ke-81, Herman Deru Dorong Anak Muda Tak Jadi Penonton di Era Perubahan

Kurnia | 17 Agustus 2026, 15:31 WIB
HUT RI ke-81, Herman Deru Dorong Anak Muda Tak Jadi Penonton di Era Perubahan
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta generasi muda tidak kehilangan mental pemenang dalam mengisi kemerdekaan.

Menurutnya, perjuangan generasi saat ini bukan lagi melawan penjajah dengan senjata, melainkan menghadapi tantangan zaman dengan ilmu pengetahuan, karakter dan keberanian.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru seusai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang, Senin (17/8/2026).

Deru mengatakan tantangan yang dihadapi generasi sekarang berbeda dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Karena itu, cara mengisi kemerdekaan juga harus menyesuaikan perkembangan zaman.

Meski demikian, ia menilai ada satu semangat yang tidak boleh hilang, yakni keinginan untuk terus meraih kemenangan dan mempertahankan kemerdekaan.

"Karena eranya berbeda, tentu caranya berbeda bagaimana mengisi kemerdekaan ini agar para pahlawan tidak kecewa dengan generasi berikutnya. Jadi spiritnya tetap spirit menang, spirit merdeka," kata Deru.

Baca Juga: Di Tengah Kepungan Karhutla OKI, Manggala Agni Tetap Gelar Upacara HUT RI

Menurutnya, usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia bukan berarti perjuangan bangsa telah selesai. Justru, setiap keberhasilan harus menjadi modal untuk mencapai pencapaian yang lebih tinggi.

Deru menggambarkan perjalanan Indonesia seperti seseorang yang sedang mendaki gunung. Ketika berhasil mencapai satu titik, perjalanan belum berakhir karena masih ada tantangan berikutnya yang harus ditaklukkan.

"Ini bukan puncak kulminasi. Justru kita terus mendaki dan sadari bahwa setiap perjuangan untuk mendapatkan prestasi lebih baik tentu melalui pendakian," ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Deru menekankan pentingnya persatuan dan gotong royong. Kemajuan bangsa, menurutnya, tidak dapat dicapai hanya oleh satu kelompok, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Semangat persatuan itu juga tercermin dalam upacara HUT ke-81 RI di Griya Agung. Para peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sebagai simbol keberagaman Indonesia.

Bagi Deru, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan. Masyarakat tetap dapat menunjukkan identitas budaya masing-masing tanpa kehilangan semangat sebagai satu bangsa.

"Ini kita menggunakan pakaian adat, pesertanya juga sebagai penghormatan kebinekaan kita. Tapi kita tetap satu dalam cara menggunakan kostum daerah masing-masing," jelasnya.

Di tengah perubahan yang semakin cepat, Deru secara khusus meminta anak muda membekali diri dengan pengetahuan yang luas. Menurutnya, wawasan menjadi modal penting agar generasi muda mampu membaca peluang dan beradaptasi dengan perubahan.

Namun, pengetahuan saja dinilai belum cukup. Generasi muda juga harus memiliki karakter kuat dan jiwa pejuang agar tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan zaman.

"Isilah kemerdekaan dengan pengetahuan yang luas dan karakter yang tetap menjadi karakter pejuang itu kepada para pemuda dan berani berkembang," katanya.

Deru berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, peringatan HUT RI harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus belajar, berani mengambil peluang dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia