RAPBD Sumsel 2027 Turun 6,35 Persen, Herman Deru Pastikan Infrastruktur Tak Dipangkas

AKURAT.CO SUMSEL Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Selatan 2027 diproyeksikan mengalami penurunan. Meski ruang fiskal menyempit, Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan belanja infrastruktur tetap menjadi prioritas untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Rancangan APBD Sumsel 2027 yang telah disepakati dalam KUA-PPAS mencapai Rp9,12 triliun. Nilai tersebut turun Rp618 miliar atau 6,35 persen dibandingkan APBD 2026 sebesar Rp9,74 triliun.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan penurunan anggaran terjadi karena adanya rasionalisasi pendapatan daerah, terutama dari dana bagi hasil (DBH) dan transfer ke daerah.
"Secara umum ada penurunan hampir 10 persen RAPBD itu terkait dengan rasionalisasi pendapatan daerah dari DBH dan transfer keuangan daerah," kata Deru seusai rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 di DPRD Sumsel, Kamis (13/8/2026).
Meski anggaran berkurang, Deru memastikan program yang masuk dalam prioritas RPJMD tetap dipertahankan. Salah satunya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Menurut dia, infrastruktur memiliki kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang tidak memadai dapat membuat biaya transportasi meningkat dan berdampak pada biaya distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.
"Infrastruktur tidak boleh berkurang posturnya, sebab ini kebutuhan baik itu pemeliharaan maupun pembangunan," ujarnya.
Deru mengatakan pemerintah harus tetap menjaga anggaran infrastruktur agar target pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.
"Bagaimana mau mengejar pertumbuhan ekonomi kalau cost transportasi mahal sebab infrastruktur sudah butuh dipelihara dan cenderung haus aspal betonnya," katanya.
Untuk mengimbangi penurunan pendapatan, Pemprov Sumsel melakukan efisiensi pada sejumlah pos belanja.
Salah satu pos yang dipangkas cukup besar adalah perjalanan dinas. Deru menyebut anggaran perjalanan dinas telah dikurangi hingga 70 persen.
Baca Juga: Karhutla Meningkat, Herman Deru Dorong Salat Istisqa Sambil Perkuat Pemadaman
Efisiensi juga dilakukan terhadap kegiatan seremonial. Pemerintah daerah akan mengurangi kegiatan yang dinilai tidak terlalu mendesak dan menggelarnya secara lebih sederhana.
Deru mengatakan peringatan hari besar tetap dilakukan, tetapi tidak dengan pola pengeluaran seperti sebelumnya.
"Untuk seremonial kita fokus kalau satu tahun itu 17 Agustus saja. Yang lain itu tetap kita peringati tetapi dengan sangat sederhana," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








