Sulit Temukan Awan untuk Disemai, Satgas Karhutla Sumsel Ubah Strategi

AKURAT.CO SUMSEL Upaya mendatangkan hujan buatan untuk menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai diperluas.
Satgas Udara Penanganan Karhutla Sumsel menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada malam hari karena awan potensial untuk disemai semakin sulit ditemukan pada siang hari.
Komandan Subsatgas Udara Penanganan Karhutla Sumsel Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya mengatakan, pelaksanaan OMC pada siang hari sebenarnya lebih ideal. Namun, kondisi cuaca saat ini membuat tim kesulitan menemukan awan yang memenuhi syarat untuk disemai menggunakan natrium klorida (NaCl).
"Memang lebih aman kita laksanakan di siang hari. Tapi saat ini siang hari kita kesulitan untuk mendapatkan awan yang siap ditaburi NaCl," kata Asep, Rabu (12/8/2026).
Karena itu, Satgas membuka kemungkinan melakukan penyemaian pada malam hari. Namun, langkah tersebut hanya akan dilakukan jika hasil pemantauan menunjukkan adanya awan potensial yang memenuhi kriteria.
"Sehingga BNPB memberikan wewenang ke kami, apabila di malam hari ada awan yang bisa kita taburi, kita laksanakan OMC. Jadi urgensinya itu," ujarnya.
Baca Juga: Hotspot Sumsel Tembus 7.050 Titik, Musim Hujan Berpotensi Mundur ke November
Asep menegaskan, OMC bukan operasi yang dapat dilakukan setiap saat. Keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang sesuai.
Satgas terlebih dahulu menerima hasil pemantauan cuaca untuk menentukan apakah terdapat awan yang layak menjadi sasaran penyemaian.
"Kalau ada awan yang bisa ditaburi, kita laksanakan," katanya.
Dengan demikian, opsi OMC malam hari bukan berarti penyemaian akan dilakukan secara rutin setiap malam. Tim tetap harus menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan.
Langkah tersebut menjadi penting karena Sumsel saat ini memasuki periode puncak musim kemarau yang meningkatkan ancaman karhutla di sejumlah wilayah.
Upaya modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla di Sumsel telah dilakukan sejak Mei 2026.
Hingga 10 Agustus 2026, Satgas Udara telah menyemai lebih dari 39.000 kilogram NaCl dalam rangkaian operasi modifikasi cuaca.
Operasi tersebut dilaksanakan dengan dukungan pesawat, personel dan fasilitas pendukung yang disiagakan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang.
Seluruh unsur tersebut saat ini masih dalam posisi siaga untuk menindaklanjuti informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Asep, perluasan waktu operasi menjadi malam hari diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi tim untuk menemukan awan yang memenuhi kriteria penyemaian.
Jika kondisi atmosfer mendukung, awan potensial yang muncul pada malam hari dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Langkah ini diharapkan membantu membasahi wilayah-wilayah yang masih rawan karhutla sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran di tengah kondisi Sumsel yang masih dilanda musim kemarau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








