Strategi Tanam Lebih Awal Bikin Produksi Padi Sumsel Tetap Tumbuh di Tengah El Nino

AKURAT.CO SUMSEL Fenomena El Nino yang mulai menguat belum berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Sumatera Selatan. Bahkan, produksi padi di provinsi ini diproyeksikan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel mencatat produksi gabah kering giling (GKG) hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,885 juta ton atau meningkat sekitar 108 ribu ton dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 2,776 juta ton.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumsel, Tuti Murti, mengatakan peningkatan produksi tersebut tidak lepas dari strategi percepatan masa tanam yang dilakukan sejak April 2026.
"Produksi sampai Agustus tahun lalu sekitar 2,776 juta ton, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai 2,885 juta ton. Jadi ada kenaikan sekitar 108 ribu ton," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Tuti, percepatan masa tanam membuat sebagian besar lahan yang berpotensi terdampak kekeringan telah dipanen lebih awal sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Strategi tersebut dinilai efektif menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman El Nino yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
"Wilayah yang diperkirakan rawan kekeringan sebagian besar sudah selesai dipanen, sehingga sejauh ini belum menjadi kendala terhadap produksi," katanya.
Selain strategi tanam, kondisi geografis Sumsel juga menjadi keuntungan tersendiri. Provinsi ini memiliki beragam tipologi lahan pertanian, mulai dari lahan irigasi, pasang surut, lebak hingga lahan kering, sehingga pola tanam dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah.
Tuti menjelaskan, lahan lebak dalam masih memiliki cadangan air yang cukup sehingga aktivitas tanam tetap dapat dilakukan meski musim kemarau mulai berlangsung. Sementara di kawasan lebak pematang, sebagian besar petani telah memasuki masa panen.
"Untuk lahan kering memang belum bisa ditanami saat ini. Namun lahan lebak dalam masih memungkinkan karena ketersediaan air masih mencukupi, sedangkan lebak pematang sebagian besar sudah panen," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kering yang lebih panjang, Dinas Pertanian Sumsel terus memetakan wilayah yang masih memiliki potensi tanam serta menyiapkan bantuan pompa air bagi daerah yang membutuhkan.
Pemerintah daerah optimistis berbagai strategi tersebut mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan target produksi padi Sumsel tetap tercapai hingga akhir tahun.
"Dengan percepatan tanam, pemanfaatan karakteristik lahan, serta dukungan sarana produksi, kami optimistis target produksi padi tahun ini tetap tercapai meskipun El Nino masih berlangsung," pungkas Tuti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Bansos PKH BPNT Agustus 2026 Cair, Dapat Berapa?
- 5Sempat Mondar-mandir di Danau OPI, Pemuda Ini Ditemukan Tewas Tergantung
- 6Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









