Palembang Masuk Zona Merah Karhutla, Total 8 Daerah di Sumsel Kini Berstatus Rawan Tinggi

AKURAT.CO SUMSEL Status kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak delapan kabupaten/kota kini masuk kategori zona merah per 29 Juli 2026.
Terbaru, Kota Palembang resmi masuk dalam daftar wilayah rawan tinggi setelah jumlah kejadian karhutla mencapai 35 kasus sepanjang tahun ini. Status zona merah diberikan kepada daerah yang mencatat lebih dari 30 kejadian karhutla.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penambahan Palembang menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran di wilayah perkotaan, bukan hanya di daerah berbasis lahan gambut.
“Zona merah kita tetapkan untuk daerah dengan lebih dari 30 kejadian. Saat ini ada delapan daerah, dan Palembang menjadi yang terbaru karena sudah mencapai 35 kejadian,” ujar Sudirman, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan data BPBD Sumsel, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 88 kasus. Disusul Ogan Ilir 82 kejadian, Banyuasin 78 kejadian, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 76 kejadian, Ogan Komering Ilir (OKI) 74 kejadian, Muara Enim 57 kejadian, Muratara 34 kejadian, serta Palembang 35 kejadian.
Tingginya angka tersebut menjadikan delapan daerah itu sebagai prioritas utama dalam pengawasan dan penanganan karhutla. BPBD bersama instansi terkait terus menggencarkan patroli terpadu, pemadaman dini, serta sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami terus meningkatkan patroli dan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus menjadi fokus utama agar kejadian tidak terus bertambah,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah daerah lain berada dalam kategori zona oranye dengan 15 hingga 30 kejadian karhutla. Wilayah tersebut meliputi OKU dengan 29 kejadian, OKU Timur 27 kejadian, Musi Rawas 19 kejadian, dan Prabumulih 16 kejadian.
Adapun zona kuning atau tingkat kerawanan rendah tercatat di Lahat dengan 8 kejadian, Empat Lawang 4 kejadian, OKU Selatan 3 kejadian, Lubuklinggau 2 kejadian, serta Pagar Alam 1 kejadian.
Secara keseluruhan, BPBD Sumsel mencatat total 635 kejadian karhutla sepanjang 2026. Angka tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
BPBD mengingatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca kering yang dipengaruhi musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah rawan lahan gambut.
“Potensi karhutla masih tinggi. Pencegahan harus dilakukan bersama agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas dan berdampak pada kabut asap,” pungkas Sudirman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








