Sumsel

Musim Kemarau Picu Lonjakan ISPA di Palembang, Kasus Tembus 12.257 Selama Juni

Kurnia | 21 Juli 2026, 17:47 WIB
  Musim Kemarau Picu Lonjakan ISPA di Palembang, Kasus Tembus 12.257 Selama Juni
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palembang mengalami peningkatan selama Juni 2026 seiring masuknya musim kemarau.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat jumlah kasus naik dari 10.825 pada Mei menjadi 12.257 kasus pada Juni, atau bertambah 1.432 kasus dalam satu bulan.

Meski demikian, Dinkes menegaskan lonjakan tersebut masih berada dalam pola yang lazim terjadi setiap musim kemarau dan belum mengindikasikan kondisi yang mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Palembang, Putri Damayanti, mengatakan peningkatan kasus ISPA hampir selalu terjadi ketika curah hujan mulai berkurang.

"Kalau melihat datanya memang ada peningkatan dari Mei ke Juni, tetapi peningkatan ini belum signifikan. Memang biasanya seperti itu saat musim kemarau," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Harga Ayam dan Telur di Palembang Mulai Naik, DKPP Sumsel Pastikan Stok Pangan Tetap Aman

Menurut Putri, kualitas udara menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya gangguan saluran pernapasan.

"Saat musim kemarau, debu dan polusi lebih mudah beterbangan karena tidak ada hujan yang membantu mengendapkannya. Akibatnya, saluran pernapasan lebih rentan mengalami iritasi"

Selain paparan debu, perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam juga turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Suhu yang panas pada siang hari dan lebih dingin saat malam dapat menurunkan daya tahan tubuh untuk sementara sehingga seseorang lebih mudah terinfeksi virus maupun bakteri penyebab ISPA.

Faktor lain yang ikut berperan adalah rendahnya kelembapan udara. Kondisi udara yang lebih kering dapat menyebabkan lapisan mukosa di hidung dan tenggorokan kehilangan kelembapannya.

Padahal, lapisan tersebut berfungsi sebagai pertahanan awal tubuh untuk menyaring berbagai kuman yang masuk melalui saluran pernapasan.

Ketika fungsi pelindung itu menurun, risiko infeksi saluran pernapasan menjadi lebih tinggi.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan.

Warga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan yang berdebu atau memiliki kualitas udara kurang baik.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala seperti batuk, pilek, demam, maupun sesak napas.

Jika keluhan tersebut muncul dan tidak membaik, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia