Sumsel

Usai Ditinjau Wapres Gibran, Ratu Dewa Fokus Benahi Akses Menuju PSEL Palembang

Kurnia | 16 Juli 2026, 18:15 WIB
Usai Ditinjau Wapres Gibran, Ratu Dewa Fokus Benahi Akses Menuju PSEL Palembang
Usai Ditinjau Wapres Gibran, Ratu Dewa Fokus Benahi Akses Menuju PSEL Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Kamis (16/7/2026).

Selain melihat perkembangan pembangunan fasilitas yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026, Wapres juga menyoroti dampak operasional PSEL terhadap lingkungan sekitar, khususnya terkait lalu lintas armada pengangkut sampah.

Menurut Gibran, aktivitas ratusan truk sampah yang nantinya keluar masuk kawasan PSEL harus diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur menuju lokasi.

"Jika nantinya ada sekitar 300 armada pengangkut sampah yang melintas setiap hari, pemerintah daerah harus menyiapkan langkah-langkah agar aktivitas tersebut tidak menimbulkan gangguan bagi warga," ujar Gibran.

Ia menegaskan, keberadaan proyek strategis tersebut harus memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru, terutama terkait kemacetan maupun kenyamanan lingkungan permukiman.

Baca Juga: Pemerintah Minta Publik Tak Terjebak Angka Utang, Rasio terhadap PDB Jadi Ukuran Kesehatan Fiskal

"Nantinya saat PSEL mulai beroperasi, aktivitasnya jangan sampai mengganggu masyarakat sekitar," katanya.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kunjungan Wakil Presiden bertujuan memastikan pembangunan PSEL berjalan sesuai target serta mampu menjadi solusi penanganan sampah di Kota Palembang.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah perkotaan berbasis energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.

"Alhamdulillah pembangunan berjalan sesuai rencana dan terus dipantau agar dapat selesai tepat waktu," ujar Ratu Dewa.

Ia menambahkan, arahan Wakil Presiden juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait operasional PSEL, termasuk keberadaan armada pengangkut sampah yang akan melintas di kawasan permukiman.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan peluang penyerapan tenaga kerja lokal serta pemberdayaan pelaku UMKM di sekitar kawasan proyek.

"Kami akan melakukan koordinasi terkait edukasi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, hingga pemberdayaan UMKM agar manfaat proyek ini bisa dirasakan lebih luas," katanya.

Terkait potensi kepadatan lalu lintas akibat operasional truk sampah, Pemerintah Kota Palembang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk peningkatan akses jalan menuju kawasan PSEL.

Sementara itu, Manajer PT Indo Green Power, Satriawan Ming, menjelaskan fasilitas PSEL Palembang dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap hari.

Dari proses tersebut, fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan energi listrik dengan kapasitas mencapai sekitar 20 megawatt (MW).

"Pembangunan ditargetkan selesai pada Oktober 2026 dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton sampah per hari dan produksi listrik sekitar 20 MW," ujarnya.

Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Musi V, Tol Palembang-Betung Dibidik Beroperasi Saat Nataru

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia