Sumsel

Karhutla di Pedamaran OKI Hanguskan 6 Hektare Lahan, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Kurnia | 3 Juli 2026, 16:45 WIB
Karhutla di Pedamaran OKI Hanguskan 6 Hektare Lahan, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Karhutla.

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sedikitnya enam hektare lahan di Kecamatan Pedamaran terbakar sejak Kamis (2/7/2026), sementara upaya pemadaman masih terus berlangsung hingga Jumat (3/7/2026).

Petugas Manggala Agni bersama tim gabungan masih berjibaku di lokasi untuk mencegah kobaran api meluas, terutama karena titik api berada di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan strategi utama yang dilakukan saat ini adalah menahan laju api dengan membasahi area di sekitar titik terdepan kobaran api sebelum melakukan pemadaman secara menyeluruh.

"Fokus kami saat ini membatasi pergerakan kepala api agar tidak semakin melebar. Setelah itu dilakukan pembasahan total untuk memadamkan bara api yang sudah masuk ke lapisan gambut," ujar Ferdian, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Ajakan Rujuk Ditolak, IRT di Palembang Mengaku Jadi Korban Penganiayaan

Untuk mempercepat proses pemadaman, satu unit helikopter water bombing dikerahkan guna menjatuhkan air ke area yang sulit dijangkau oleh personel di darat.

Menurut Ferdian, kondisi sumber air di sekitar lokasi masih mencukupi sehingga operasi darat dapat berjalan optimal.

Namun, cuaca menjadi tantangan tersendiri karena angin yang bertiup cukup kencang pada siang hari berpotensi membuat api kembali membesar.

"Angin siang hari cukup kuat sehingga ada potensi api melebar ke luar area yang sudah dikendalikan. Asap juga dapat berubah arah sehingga menyulitkan proses pemadaman," katanya.

Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut yang kering membuat api lebih sulit dipadamkan. Bara dapat merambat ke lapisan bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan pembasahan dalam waktu yang lebih lama.

"Bahan bakar alami di lokasi sangat kering sehingga api berpotensi terus merambat ke dalam lapisan gambut. Karena itu hari ini kami menambah kekuatan dengan menerjunkan tiga regu untuk mempercepat penanganan," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia