Sumsel

Tujuh Daerah di Sumsel Siaga Darurat Karhutla, Muratara Jadi Wilayah Terbaru

Kurnia | 30 Juni 2026, 21:00 WIB
Tujuh Daerah di Sumsel Siaga Darurat Karhutla, Muratara Jadi Wilayah Terbaru

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, jumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus bertambah.

Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi daerah terbaru yang menetapkan status tersebut. Dengan demikian, kini terdapat tujuh kabupaten di Sumsel yang telah berstatus siaga darurat karhutla.

Sebelumnya, status serupa lebih dulu diberlakukan di Kabupaten Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status siaga darurat di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penetapan status siaga di Muratara dilakukan setelah surat keputusan bupati resmi ditandatangani.

"Muratara baru menetapkan status siaga setelah surat keputusan ditandatangani bupati. Saat ini sudah ada tujuh daerah di Sumsel yang menetapkan status siaga, termasuk pemerintah provinsi," kata Sudirman, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, penetapan status siaga merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

Baca Juga: Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan, Handphone Rp6 Juta Dirampas Usai Motor Ditabrak

Dengan status tersebut, pemerintah daerah memiliki dasar untuk mengoptimalkan personel, peralatan, logistik, hingga dukungan anggaran dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

"Status siaga memudahkan koordinasi antarinstansi, baik dalam kegiatan pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Data BPBD Sumsel mencatat, hingga 27 Juni 2026 telah terjadi 199 kasus karhutla di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Jumlah tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya intensitas musim kemarau.

Khusus di Kabupaten Muratara, tercatat telah terjadi 16 kejadian karhutla sepanjang tahun 2026. Angka tersebut menempatkan wilayah itu dalam kategori zona oranye atau daerah dengan tingkat kerawanan menengah, yakni memiliki 15 hingga 30 kejadian kebakaran.

Selain itu, pemantauan satelit juga menunjukkan peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Muratara.

Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 166 hotspot terdeteksi di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, 75 titik muncul pada Mei dan 47 titik pada Juni, menandakan meningkatnya potensi kebakaran memasuki musim kemarau.

BPBD Sumsel mengingatkan seluruh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia