Tujuh Daerah di Sumsel Siaga Darurat Karhutla, Muratara Jadi Wilayah Terbaru

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, jumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus bertambah.
Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi daerah terbaru yang menetapkan status tersebut. Dengan demikian, kini terdapat tujuh kabupaten di Sumsel yang telah berstatus siaga darurat karhutla.
Sebelumnya, status serupa lebih dulu diberlakukan di Kabupaten Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status siaga darurat di tingkat provinsi.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penetapan status siaga di Muratara dilakukan setelah surat keputusan bupati resmi ditandatangani.
"Muratara baru menetapkan status siaga setelah surat keputusan ditandatangani bupati. Saat ini sudah ada tujuh daerah di Sumsel yang menetapkan status siaga, termasuk pemerintah provinsi," kata Sudirman, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, penetapan status siaga merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Baca Juga: Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan, Handphone Rp6 Juta Dirampas Usai Motor Ditabrak
Dengan status tersebut, pemerintah daerah memiliki dasar untuk mengoptimalkan personel, peralatan, logistik, hingga dukungan anggaran dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
"Status siaga memudahkan koordinasi antarinstansi, baik dalam kegiatan pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Data BPBD Sumsel mencatat, hingga 27 Juni 2026 telah terjadi 199 kasus karhutla di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Jumlah tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya intensitas musim kemarau.
Khusus di Kabupaten Muratara, tercatat telah terjadi 16 kejadian karhutla sepanjang tahun 2026. Angka tersebut menempatkan wilayah itu dalam kategori zona oranye atau daerah dengan tingkat kerawanan menengah, yakni memiliki 15 hingga 30 kejadian kebakaran.
Selain itu, pemantauan satelit juga menunjukkan peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Muratara.
Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 166 hotspot terdeteksi di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, 75 titik muncul pada Mei dan 47 titik pada Juni, menandakan meningkatnya potensi kebakaran memasuki musim kemarau.
BPBD Sumsel mengingatkan seluruh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









