Sumsel
HL Sumsel

NTP Sumsel Naik di Mei 2026, Sektor Perkebunan Jadi Pendorong Utama

Kurnia | 12 Juni 2026, 21:00 WIB
NTP Sumsel Naik di Mei 2026, Sektor Perkebunan Jadi Pendorong Utama
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumatera Selatan menunjukkan tren peningkatan pada Mei 2026.

Berdasarkan data perkembangan sektor pertanian, NTP umum tercatat naik menjadi 141,54, dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 132,76 pada April 2026.

Kenaikan ini mengindikasikan adanya perbaikan daya beli petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi, sekaligus mencerminkan meningkatnya pendapatan di sejumlah subsektor pertanian.

Dari lima sektor yang tercatat, kenaikan paling signifikan terjadi pada Nilai Tukar Pekebun yang melonjak menjadi 158,12 pada Mei 2026, dari 146,16 pada April 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding subsektor lainnya.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan juga mengalami kenaikan tipis menjadi 102,16 dari sebelumnya 100,97. Meski meningkat, angka tersebut masih berada di kisaran batas keseimbangan antara biaya produksi dan pendapatan petani.

Baca Juga: Tergiur Tiket BTS di TikTok, Warga Palembang Jadi Korban Penipuan

Pada subsektor hortikultura, NTP tercatat naik menjadi 100,19 setelah sebelumnya sempat berada di level 96,76. Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan setelah beberapa bulan mengalami tekanan.

Untuk subsektor peternakan, NTP juga mengalami kenaikan menjadi 104,64 dari 104,24 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, sektor perikanan justru menunjukkan sedikit penurunan dari 103,06 menjadi 102,23 pada Mei 2026.

Secara keseluruhan, tren NTP Sumatera Selatan pada awal 2026 menunjukkan perbaikan bertahap, terutama didorong oleh penguatan di sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian petani di daerah.

Pemerhati ekonomi pertanian menilai, peningkatan NTP ini dapat menjadi indikator positif terhadap stabilitas pendapatan petani, meski masih diperlukan upaya untuk menjaga keseimbangan biaya produksi, terutama pada sektor tanaman pangan dan hortikultura.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia