Kasus TBC di Sumsel Melonjak Dua Kali Lipat, Palembang Sumbang Temuan Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat lonjakan signifikan kasus Tuberkulosis (TBC) sepanjang 2026.
Hingga 27 Mei, jumlah kasus yang berhasil ditemukan mencapai 6.699 kasus atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Maret lalu yang tercatat sebanyak 3.148 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan mayoritas kasus yang ditemukan merupakan TBC Sensitif Obat (SO).
"Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis per 27 Mei 2026, jumlah temuan kasus mencapai 6.699 kasus. Sebanyak 6.574 merupakan TBC Sensitif Obat dan 125 kasus TBC Resistan Obat," ujar Ira, Rabu (10/6/2026).
Meningkatnya jumlah temuan kasus tersebut berdampak pada kenaikan cakupan pengobatan atau treatment coverage di Sumsel.
Saat ini, cakupan pengobatan telah mencapai 20,59 persen dari estimasi total insiden TBC tahun 2026 yang diperkirakan mencapai 32.534 kasus.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Ojol dan Ibu Rumah Tangga Mulai Hitung Ulang Pengeluaran
Angka tersebut menunjukkan peningkatan cukup signifikan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang masih berada di bawah 10 persen.
Di antara 17 kabupaten dan kota di Sumsel, Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah temuan kasus tertinggi. Hingga akhir Mei, tercatat sebanyak 2.111 kasus ditemukan di ibu kota provinsi tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 2.073 kasus merupakan TBC Sensitif Obat, sementara 38 kasus lainnya masuk kategori TBC Resistan Obat.
Menurut Ira, tingginya jumlah kasus yang ditemukan di Palembang tidak terlepas dari kepadatan penduduk dan tingginya mobilitas masyarakat yang berpotensi mempercepat penularan penyakit.
Selain itu, capaian penemuan kasus yang tinggi juga menunjukkan semakin masifnya upaya skrining dan pengobatan yang dilakukan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
"Tingginya temuan kasus juga sejalan dengan capaian cakupan pengobatan di Palembang yang sudah mencapai 26,70 persen dari estimasi insiden sebanyak 7.906 kasus," katanya.
Dinas Kesehatan Sumsel terus mendorong masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam, dan keringat malam.
Langkah deteksi dini dinilai penting untuk mencegah penularan yang lebih luas sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Dengan masih tingginya estimasi kasus yang belum ditemukan, pemerintah daerah juga akan memperkuat upaya pelacakan dan pemeriksaan aktif guna mencapai target eliminasi TBC dalam beberapa tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









