Cuaca Sumsel Terasa Lebih Panas, BMKG Ingatkan Warga Waspadai Dehidrasi dan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah memasuki periode musim kemarau.
Meski suhu udara masih berada dalam kisaran normal, masyarakat merasakan kondisi cuaca lebih panas dan terik, terutama pada siang hingga sore hari.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengatakan hasil pemantauan selama beberapa hari terakhir menunjukkan suhu udara di Sumsel berkisar antara 25 hingga 34 derajat Celsius.
Menurutnya, angka tersebut masih tergolong normal untuk kondisi musim kemarau. Namun, suhu yang dirasakan tubuh atau feels like dapat jauh lebih tinggi dibandingkan suhu yang tercatat oleh alat pengamatan.
"Pada siang hari, sensasi panas yang dirasakan masyarakat bisa mencapai lebih dari 39 derajat Celsius meskipun suhu udara aktual berada di kisaran 25 hingga 34 derajat Celsius," ujar Siswanto, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti suhu udara yang tinggi, kelembapan yang rendah, serta paparan sinar matahari langsung yang lebih intens akibat minimnya tutupan awan.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Tak Hanya Bupati, Lima Pejabat dan Lima Pengusaha Terjaring OTT KPK di Muara Enim
Warga disarankan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan yang umum terjadi saat musim kemarau.
Selain itu, penggunaan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya juga dianjurkan untuk mengurangi dampak paparan sinar ultraviolet yang meningkat pada musim kemarau.
Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumatera Selatan, Nandang Pangaribowo, menyebut suhu maksimum yang tercatat di wilayah Sumsel masih berada pada batas normal, yakni sekitar 34,8 derajat Celsius.
Untuk Kota Palembang, suhu tertinggi tercatat mencapai 34,5 derajat Celsius pada awal Juni 2026.
Menurut Nandang, cuaca yang terasa lebih panas dipengaruhi dominasi angin monsun Australia yang membawa massa udara kering, berkurangnya tutupan awan, serta kondisi awal musim kemarau yang sedang berlangsung.
Ia juga mengungkapkan adanya indikasi perkembangan fenomena iklim global yang berpotensi mengarah pada El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat.
Kondisi tersebut dapat memperkuat cuaca panas dan kering di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan.
BMKG memperkirakan musim kemarau di Sumsel akan berlangsung hingga Oktober 2026 dengan curah hujan yang cenderung berada di bawah normal.
Seiring kondisi tersebut, masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaku usaha di sektor pertanian dan perkebunan juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risiko api cepat meluas saat cuaca kering.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca dan iklim terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin terjadi selama musim kemarau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








