7 Daerah Rawan Karhutla di Sumsel Belum Tetapkan Status Siaga, BPBD Khawatir Kemarau Makin Dekat

AKURAT.CO SUMSEL Memasuki akhir musim huan dan menjelang datangnya musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun hingga akhir Mei 2026, masih ada tujuh daerah rawan karhutla di Sumsel yang belum menetapkan status siaga, meski potensi kebakaran mulai meningkat.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan, saat ini baru lima daerah yang telah menaikkan status siaga karhutla, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim.
Sementara tujuh wilayah lain yang masuk kategori rawan karhutla masih belum menetapkan status siaga, yakni Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu Selatan.
“Kami terus mendorong daerah-daerah rawan karhutla segera menetapkan status siaga sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau,” ujar Sudirman, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: 750 Personel Disiagakan, Polisi Fokus Amankan Salat Idul Adha hingga Pemotongan Kurban di Palembang
Menurutnya, penetapan status siaga sangat penting agar pemerintah daerah bisa lebih cepat menggerakkan personel, peralatan, hingga dukungan anggaran jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
BPBD Sumsel menilai sebagian daerah kemungkinan masih menunda penetapan status siaga karena hujan masih turun di beberapa wilayah. Padahal, berdasarkan prediksi BMKG, seluruh wilayah Sumsel diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada akhir Mei ini dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang.
“Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini. Status siaga penting agar kesiapan menghadapi bencana tahunan karhutla lebih optimal,” katanya.
Data BPBD Sumsel menunjukkan, sejumlah wilayah bahkan mulai mengalami kebakaran lahan. Di Musi Rawas Utara tercatat karhutla mencapai 53,2 hektare. Sementara di Musi Banyuasin mencapai 9,2 hektare dan di Lahat sekitar 6 hektare.
Selain itu, jumlah hotspot atau titik panas juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Sepanjang 1 hingga 24 Mei 2026 tercatat sebanyak 256 hotspot di Sumsel, meningkat dibanding April lalu yang hanya mencapai 150 titik.
BPBD Sumsel berharap seluruh daerah rawan segera meningkatkan kesiapsiagaan agar penanganan karhutla bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi, termasuk bersama TNI, Polri, hingga perusahaan perkebunan di wilayah masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









