Pemprov Sumsel Antisipasi Kemarau Kering untuk Jaga Hasil Panen Padi

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman musim kemarau kering akibat fenomena El Nino mulai diantisipasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Di tengah potensi kekeringan yang diprediksi melanda sejumlah wilayah sentra pertanian, Sumsel justru tetap membidik kenaikan produksi padi hingga 4 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2026.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keberlanjutan masa tanam selama periode Mei hingga September 2026 ketika curah hujan diperkirakan berada di bawah normal.
“Beberapa daerah sudah kami petakan, terutama wilayah lahan lebak yang berpotensi terdampak kekeringan karena curah hujan rendah,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sedikitnya lima daerah di Sumsel berpotensi mengalami kekeringan lahan pertanian.
Baca Juga: Delapan Bulan Buron, Pelaku Penusukan Tetangga di Palembang Akhirnya Dibekuk Polisi
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Ogan Komering Ulu Timur.
Menurut Bambang, sebagian wilayah bahkan diprediksi hanya menerima curah hujan di bawah 150 milimeter, bahkan ada yang kurang dari 50 milimeter selama musim kemarau.
Menghadapi kondisi itu, Pemprov Sumsel membentuk tim gerakan tanam sebagai langkah antisipasi menghadapi El Nino. Program tersebut dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota guna memanfaatkan lahan rawa lebak yang masih dapat ditanami saat musim kemarau.
Sumsel sendiri memiliki potensi lahan rawa mencapai sekitar 150 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, lahan rawa lebak tengahan menjadi yang paling luas dengan estimasi mencapai 100 ribu hektare.
“Lahan rawa lebak tengahan yang biasanya tergenang cukup lama saat musim hujan, nantinya bisa dimanfaatkan untuk pertanaman ketika air mulai surut saat kemarau,” jelasnya.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem, sektor pertanian Sumsel justru menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 381.942 hektare atau naik sekitar 4,02 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara produksi gabah kering giling diprediksi mencapai 2,16 juta ton, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 2,14 juta ton.
Pemprov Sumsel pun optimistis target produksi padi tahun ini tetap tercapai. Pemerintah daerah menargetkan produksi gabah mencapai 4 juta ton GKG pada 2026, naik dari realisasi tahun 2025 sebesar 3,61 juta ton.
“Target jangka panjang Sumsel hingga 2029 adalah mampu mencapai 5 juta ton GKG. Karena itu, berbagai strategi penguatan pertanian terus disiapkan sejak sekarang,” tutup Bambang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









