Hotspot Karhutla di Sumsel Melonjak, Lahat hingga Muara Enim Jadi Wilayah Paling Rawan

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai meningkat seiring melonjaknya jumlah titik panas atau hotspot selama Mei 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat kenaikan signifikan hotspot sebagai tanda musim kemarau mulai meluas di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BPBD Sumsel, sejak 1 hingga 15 Mei 2026 terdeteksi sebanyak 155 hotspot di berbagai daerah.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini dan bahkan melampaui jumlah hotspot pada bulan-bulan sebelumnya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tren peningkatan titik panas terus terjadi sejak awal tahun.
“Pada Januari ada 75 hotspot, Februari turun menjadi 54 titik, Maret naik menjadi 107 titik, April mencapai 150 titik, dan hingga pertengahan Mei sudah menyentuh 155 titik,” ujar Sudirman, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: CCTV hingga Ponsel Saksi Diperiksa dalam Kasus Penembakan Pratu FAA
Dari seluruh wilayah di Sumsel, Kabupaten Lahat menjadi daerah dengan hotspot terbanyak yakni 58 titik. Disusul Kabupaten Muara Enim sebanyak 49 titik dan Musi Banyuasin 17 titik.
Menurut Sudirman, lonjakan hotspot menjadi sinyal kuat bahwa sebagian besar wilayah Sumsel mulai memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca panas dan berkurangnya intensitas hujan membuat lahan, terutama kawasan gambut, lebih mudah terbakar.
“Kondisi suhu panas dan curah hujan yang mulai berkurang menjadi faktor meningkatnya titik panas di sejumlah daerah,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sumsel bersama instansi terkait kini memperkuat langkah antisipasi guna mencegah meluasnya karhutla. Upaya yang dilakukan antara lain patroli rutin darat dan udara, pemantauan hotspot secara berkala, hingga koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Sebelumnya, beberapa wilayah di Sumsel juga dilaporkan mengalami kebakaran lahan dengan total area terbakar mencapai sekitar 9,5 hektare. Pemadaman bahkan telah melibatkan helikopter water bombing di sejumlah titik rawan.
BPBD Sumsel juga meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla menyusul prediksi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena cuaca kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
“Kami mendorong daerah rawan karhutla segera menetapkan status siaga agar penanganan lebih cepat dilakukan,” tegas Sudirman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







