Sumsel

Helikopter Water Bombing Sumsel Direposisi ke Riau, Fokus Nasional Alih ke Karhutla Riau

Maman Suparman | 25 Juli 2025, 15:08 WIB
Helikopter Water Bombing Sumsel Direposisi ke Riau, Fokus Nasional Alih ke Karhutla Riau

AKURAT.CO SUMSEL Satu unit helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sebelumnya diperuntukkan bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, kini dipindahkan ke Riau.

Langkah ini diambil untuk memperkuat operasi pemadaman di wilayah tersebut yang dinilai lebih darurat.

“Iya, satu unit helikopter bantuan dari BNPB yang baru tiba untuk penanganan karhutla di Sumsel direposisi ke Riau. Pemadaman di sana memang sedang intensif karena asapnya hampir mencapai negara tetangga,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jumat (25/7/2025).

Helikopter tersebut sempat menjalani proses verifikasi di Palembang pada Senin (21/7/2025), sebelum diberangkatkan ke Riau keesokan harinya.

Baca Juga: 12.508 Pelanggaran Tercatat, Ops Patuh Musi 2025 Tunjukkan Lonjakan Tilang Drastis

“Helikopter ini akan mendukung tim darat dari udara dalam memadamkan api,” jelas Sudirman.

Menurutnya, saat ini penanganan karhutla secara nasional sedang dipusatkan di Riau karena luasnya lahan yang terbakar. Oleh karena itu, bantuan dari daerah lain, termasuk Sumsel, sangat dibutuhkan.

“Kita bantu dari sisi helikopter saja, kalau personel tetap standby di Sumsel. Kita tetap harus siap kalau karhutla terjadi di sini,” tegasnya.

Sudirman menambahkan, saat ini Sumsel masih memiliki dua unit helikopter patroli. Sementara itu, dua helikopter water bombing dijadwalkan tiba pada 25 dan 26 Juli mendatang.

“Total bantuan dari BNPB untuk Sumsel ada lima helikopter: dua untuk patroli dan tiga untuk water bombing. Penempatan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan,” tutupnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia