Pilu Banjir Muratara: Balita Tewas, Ribuan Warga Terisolasi, 4 Jembatan Putus

AKURAT. CO SUMSEL - Banjir bandang menerjang Kabupaten Musi Rawas Utara pada Senin (11/5/2026).
Sebanyak 16 desa di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatra Selatan, terendam banjir bandang.
Banjir juga merusak fasilitas umum seperti jembatan sehingga akses di sejumlah desa terputus.
Baca Juga: Sopir Angkot di Palembang Diserang Pria Bersajam Saat Mangkal, Pelaku Datang Tiba-Tiba dari Belakang
Ketinggian air mencapai lebih dari dua meter. Banjir merendam sejumlah rumah warga yang berada di dekat aliran sungai dan dataran rendah.
1 Korban Meninggal, Ribuan Warga Terjebak
Banjir bandang yang menerjang kawasan Muratara menewaskan seorang balita berusia tiga tahun.
Baca Juga: Hantavirus Ramai Dibahas, Dinkes Pastikan Palembang Masih Nihil Kasus
Sementara itu, ribuan warga juga masih terisolasi lantaran lumpuhnya akses antar wilayah akibat jembatan putus diterjang banjir.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara mencatat sedikitnya 16.156 rumah terdampak banjir.
Jumlah warga yang terkena dampak mencapai 64.624 jiwa.
Baca Juga: Harga Karet Sumsel Tembus Rp38 Ribu per Kg, Didorong Pemulihan Industri Otomotif Global
Banjir diketahui terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Muratara sejak Kamis (7/5/2026) dini hari.
Sejumlah Infrastruktur Rusak
BPBD Muratara mengungkap, banjir kali ini tak hanya merendam pemukiman warga.
Baca Juga: Pemprov Sumsel Sebut Mayoritas Jalan Provinsi di Palembang Dalam Kondisi Baik
Akan tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat.
Empat jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, dan Desa Noman dilaporkan putus total diterjang banjir.
Akibatnya, sejumlah warga kesulitan menjangkau wilayah lain untuk mencari bantuan maupun kebutuhan pokok.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di A Rivai Palembang, Lansia Tanpa Identitas Meninggal Dunia
Sementara itu, satu jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami kerusakan sedang.
Kerusakan juga terjadi di sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Sebanyak 17 sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA terendam banjir.
Baca Juga: Kepergok Bobol Kotak Amal Masjid di Palembang, Pria Asal Banyuasin Diikat Warga di Tiang Bendera
Lima unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan dua Polindes ikut lumpuh akibat genangan air.
Tak hanya itu, satu mushala dilaporkan hanyut terbawa arus deras, sedangkan lima masjid lainnya ikut terendam.
BPBD juga mencatat empat rumah warga hanyut terbawa arus.
Baca Juga: 5 Jemaah Haji Asal Sumsel Masih Dirawat di Tanah Suci, Didominasi Demam hingga Gangguan Pernapasan
Selain itu, satu rumah mengalami rusak sedang dan enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Hingga kini, tim gabungan BPBD masih terus bergerak melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan di lapangan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








