Sumsel
HL Sumsel

Pilu Banjir Muratara: Balita Tewas, Ribuan Warga Terisolasi, 4 Jembatan Putus

Septiyanti Dwi Cahyani | 12 Mei 2026, 06:00 WIB
Pilu Banjir Muratara: Balita Tewas, Ribuan Warga Terisolasi, 4 Jembatan Putus
Ilustrasi banjir bandang.

AKURAT. CO SUMSEL - Banjir bandang menerjang Kabupaten Musi Rawas Utara pada Senin (11/5/2026).

Sebanyak 16 desa di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatra Selatan, terendam banjir bandang.

Banjir juga merusak fasilitas umum seperti jembatan sehingga akses di sejumlah desa terputus.

Baca Juga: Sopir Angkot di Palembang Diserang Pria Bersajam Saat Mangkal, Pelaku Datang Tiba-Tiba dari Belakang

Ketinggian air mencapai lebih dari dua meter. Banjir merendam sejumlah rumah warga yang berada di dekat aliran sungai dan dataran rendah.

1 Korban Meninggal, Ribuan Warga Terjebak

Banjir bandang yang menerjang kawasan Muratara menewaskan seorang balita berusia tiga tahun.

Baca Juga: Hantavirus Ramai Dibahas, Dinkes Pastikan Palembang Masih Nihil Kasus

Sementara itu, ribuan warga juga masih terisolasi lantaran lumpuhnya akses antar wilayah akibat jembatan putus diterjang banjir.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara mencatat sedikitnya 16.156 rumah terdampak banjir.

Jumlah warga yang terkena dampak mencapai 64.624 jiwa.

Baca Juga: Harga Karet Sumsel Tembus Rp38 Ribu per Kg, Didorong Pemulihan Industri Otomotif Global

Banjir diketahui terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Muratara sejak Kamis (7/5/2026) dini hari.

Sejumlah Infrastruktur Rusak

BPBD Muratara mengungkap, banjir kali ini tak hanya merendam pemukiman warga.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Sebut Mayoritas Jalan Provinsi di Palembang Dalam Kondisi Baik

Akan tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat.

Empat jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, dan Desa Noman dilaporkan putus total diterjang banjir.

Akibatnya, sejumlah warga kesulitan menjangkau wilayah lain untuk mencari bantuan maupun kebutuhan pokok.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di A Rivai Palembang, Lansia Tanpa Identitas Meninggal Dunia

Sementara itu, satu jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami kerusakan sedang.

Kerusakan juga terjadi di sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

Sebanyak 17 sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA terendam banjir.

Baca Juga: Kepergok Bobol Kotak Amal Masjid di Palembang, Pria Asal Banyuasin Diikat Warga di Tiang Bendera

Lima unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan dua Polindes ikut lumpuh akibat genangan air.

Tak hanya itu, satu mushala dilaporkan hanyut terbawa arus deras, sedangkan lima masjid lainnya ikut terendam.

BPBD juga mencatat empat rumah warga hanyut terbawa arus.

Baca Juga: 5 Jemaah Haji Asal Sumsel Masih Dirawat di Tanah Suci, Didominasi Demam hingga Gangguan Pernapasan

Selain itu, satu rumah mengalami rusak sedang dan enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Hingga kini, tim gabungan BPBD masih terus bergerak melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan di lapangan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.