Usai Bus ALS Tabrak Truk BBM, Herman Deru Desak Perbaikan Jalan Nasional di Muratara

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan Herman (Sumsel) Deru menyoroti kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Musi Rawas Utara pasca kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM yang menewaskan 18 orang.
Menurut Herman Deru, kondisi jalan nasional di lokasi kecelakaan harus segera mendapat perhatian serius pemerintah pusat, terlepas dari masih berlangsungnya penyelidikan penyebab utama insiden tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Herman Deru usai meresmikan Jembatan Air Temelat di Kabupaten Musi Rawas, Jumat (8/5/2026).
Ia mengatakan, hingga saat ini penyebab pasti kecelakaan masih didalami oleh tim teknis dan kepolisian.
Dugaan sementara menyebut sopir bus berusaha menghindari lubang di badan jalan sebelum tabrakan terjadi. Namun faktor lain seperti microsleep juga masih dianalisis.
“Informasi yang kami terima masih beragam. Ada dugaan bus menghindari lubang jalan, ada juga kemungkinan faktor microsleep,” ujar Herman Deru.
Meski hasil pengukuran sementara menunjukkan lubang di lokasi kejadian hanya berkedalaman sekitar dua sentimeter, Herman Deru menegaskan kondisi Jalinsum tetap harus dievaluasi menyeluruh demi keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Polisi Razia Tuak di Sentosa Palembang, Lima Derigen Langsung Dimusnahkan
Ia mengingatkan Jalinsum merupakan jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.
“Hari ini Dirjen Bina Marga masih menunggu hasil pemeriksaan teknis. Tapi apa pun hasilnya, jalan itu harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi Jalinsum yang selama ini dikenal padat kendaraan besar dan rawan kecelakaan lalu lintas.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyinggung keberadaan kendaraan angkutan berat di jalur nasional, termasuk truk tangki BBM yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.
Ia menegaskan truk pengangkut BBM masih diperbolehkan melintas di jalan negara karena tidak termasuk kendaraan yang dilarang beroperasi di jalur nasional.
“Kalau truk tangki BBM memang diperbolehkan melintas. Yang dilarang itu kendaraan overload dan angkutan batu bara,” katanya.
Diketahui, kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM terjadi di Jalinsum wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa dan menjadi salah satu kecelakaan terbesar di Sumsel tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







