Sumsel
HL Sumsel

Teror Harimau di Muratara, 10 Kerbau Warga Diserang dalam 4 Bulan

Kurnia | 25 April 2026, 17:00 WIB
Teror Harimau di Muratara, 10 Kerbau Warga Diserang dalam 4 Bulan
Teror Harimau di Muratara, 10 Kerbau Warga Diserang dalam 4 Bulan

AKURAT.CO SUMSEL Warga Desa Kuto Batu Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara diliputi kekhawatiran akibat kemunculan harimau yang diduga menyerang hewan ternak.

Dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir, sedikitnya 10 ekor kerbau milik warga dilaporkan menjadi korban. Dari jumlah tersebut, delapan ekor ditemukan mati, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, Yusmono, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Hasil peninjauan menunjukkan kemungkinan besar jejak yang ditemukan memang jejak harimau, apalagi lokasi tersebut berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga: Kisah Pilu Anak-anak Daycare Aresha: Tubuh Lebam, Tidur Tanpa Pakaian dan Kaki Terikat

Menurut Yusmono, kemunculan harimau di area perkebunan warga diduga berkaitan dengan gangguan habitat di dalam kawasan hutan.

Aktivitas seperti perambahan atau perburuan liar disebut dapat memicu satwa keluar dari habitat aslinya untuk mencari makan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan perusakan hutan, karena dapat berdampak langsung terhadap keseimbangan ekosistem dan meningkatkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar.

Selain itu, warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun pada pagi, sore, maupun malam hari.

Berdasarkan temuan di lapangan, serangan terjadi di area luar permukiman dan diduga dilakukan oleh satu ekor harimau.

Kepala Desa Kuto Tanjung, Ahmad Syukri, menyampaikan bahwa dalam sekitar empat bulan terakhir, warga melaporkan sedikitnya 10 ekor kerbau diduga menjadi korban serangan harimau. Dari total tersebut, delapan ekor ditemukan mati, sementara dua lainnya mengalami luka.

Ia menambahkan, insiden terbaru terjadi pada Jumat, 24 April 2026, ketika seekor kerbau milik warga kembali diserang. Meski demikian, hewan tersebut masih ditemukan dalam kondisi hidup meski mengalami luka.

“Jika ditotal, ada delapan kerbau yang mati dan dua lainnya luka-luka,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia