DBD Sumsel Tembus 723 Kasus di Awal Tahun 2026

AKURAT.CO SUMSEL Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Selatan menunjukkan tren mengkhawatirkan di awal tahun 2026.
Sepanjang Januari hingga Maret, tercatat sebanyak 723 kasus dengan 4 kematian, dan potensi penambahan kasus harian masih tinggi seiring musim hujan yang belum berakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa wilayah dengan kasus tertinggi berada di Palembang.
“Sepanjang Januari-Maret 2026, DBD di Sumsel tercatat sebanyak 723 kasus dengan 4 kematian. Tertinggi di Palembang dengan 268 kasus dan tiga pasien meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (2/4/2026).
Dinas Kesehatan Sumsel menyoroti anak usia sekolah sebagai kelompok paling rentan terhadap infeksi dengue. Data dalam tujuh tahun terakhir menunjukkan bahwa 41 persen kematian akibat DBD terjadi pada anak usia 5–14 tahun.
Baca Juga: Polisi Tangkap Mantan Suami, Kasus Pembunuhan di OKU Timur Dipicu Cemburu
Untuk menekan risiko tersebut, pemerintah menggencarkan program vaksinasi dengue yang menyasar 7.500 siswa sekolah dasar di Palembang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.000 siswa telah menerima vaksin.
Program ini menyasar anak usia 6–10 tahun di 60 sekolah dasar sebagai langkah konkret menekan angka kesakitan sekaligus mendukung target Zero Dengue Death 2030.
Selain vaksinasi, langkah pengendalian penyakit terus diperkuat melalui aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang mencakup pembersihan tempat penampungan air secara rutin.
Upaya ini juga dikombinasikan dengan metode alami melalui pemeliharaan ikan pemakan jentik, serta tindakan intensif berupa fogging di berbagai wilayah yang tergolong rawan penularan.
Tak hanya itu, inovasi pengendalian melalui teknologi wolbachia juga mulai dikembangkan. Metode ini terbukti mampu menurunkan tingkat kesakitan hingga 77 persen dan angka rawat inap hingga 86 persen.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat musim penghujan yang mempercepat perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD, yaitu Aedes aegypti.
“Potensi peningkatan kasus masih ada. Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing,” tegas Ira.
Selain Palembang, sejumlah daerah lain juga mencatat angka kasus yang cukup tinggi, di antaranya:
Ogan Ilir: 66 kasus
Lubuklinggau: 59 kasus
Banyuasin: 55 kasus
Muara Enim: 53 kasus
OKU Selatan: 48 kasus
OKI: 30 kasus
Musi Banyuasin: 29 kasus
Musi Rawas: 26 kasus
Musi Rawas Utara: 25 kasus
Lahat: 23 kasus
PALI: 15 kasus
Prabumulih: 10 kasus
OKU Timur: 8 kasus
OKU: 4 kasus
Empat Lawang: 2 kasus
Pagar Alam: 1 kasus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









