Kasus DBD di Sumsel Tembus 687, Empat Orang Meninggal, Palembang Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Maret 2026 tercatat mencapai 687 orang. Dari jumlah tersebut, empat pasien dilaporkan meninggal dunia.
Meski secara total mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025, angka kasus dan kematian akibat DBD tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan tren penurunan memang terjadi, namun kewaspadaan tidak boleh kendor.
“Kasus DBD sejauh ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2025 lalu,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Investasi Sumsel 2025 Turun, PMDN Jadi Penopang di Tengah Lesunya Modal Asing
Ia menjelaskan, dari total 687 kasus yang tercatat hingga Maret 2026, terdapat empat kasus kematian yang tersebar di beberapa daerah.
“Empat kasus kematian tersebut masing-masing terjadi di Lubuklinggau dua orang, Ogan Ilir satu orang, dan Banyuasin satu orang,” jelasnya.
Sementara itu, Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Sumatera Selatan, dengan total 243 kasus.
Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi masih menjadi titik rawan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Ira mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem dalam waktu dekat.
Menurutnya, suhu panas dapat memicu peningkatan aktivitas nyamuk, sehingga risiko penularan DBD juga ikut meningkat.
“Cuaca panas ekstrem biasanya akan memicu kenaikan kasus DBD, karena berkaitan dengan peningkatan aktivitas nyamuk dan kemampuan penularannya,” katanya.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Langkah sederhana seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas (3M) dinilai efektif untuk menekan potensi berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan sekitar.
Dengan masih adanya kasus kematian, masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh gejala DBD dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami tanda-tanda seperti demam tinggi mendadak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









