Sulit Dikejar, Lucianty-Syaparuddin Kian Dominan dalam Pilkada Muba 2024, Elektabilitas Meningkat Tajam

AKURAT.CO SUMSEL Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Lucianty dan Syaparuddin, terus menunjukkan dominasinya dalam Pilkada Muba 2024. Setelah secara resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Banyuasin pada 28 Agustus 2024, popularitas dan elektabilitas keduanya semakin meroket.
Keduanya berhasil mengungguli jauh pasangan rival mereka, Toha dan Rohman, dalam berbagai survei yang dilakukan.
Menurut data terbaru dari beberapa lembaga survei independen, Lucianty-Syaparuddin berhasil menarik dukungan kuat dari masyarakat, dengan posisi yang sulit dikejar oleh kompetitor. Hal ini tidak lepas dari strategi kampanye yang matang dan pendekatan intensif yang dilakukan di berbagai lapisan masyarakat.
Lucianty, yang didukung oleh koalisi besar dari 11 partai politik, termasuk partai-partai besar seperti Golkar, PDIP, dan Gerindra, berhasil menunjukkan keunggulan signifikan hingga ke tingkat akar rumput. Hal ini diperkuat oleh dukungan dari berbagai organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh lokal yang menguatkan posisi mereka di mata pemilih.
Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya, M. Haekal Al-Haffafah, menilai bahwa elektabilitas tinggi yang diraih pasangan Lucianty-Syaparuddin bukan hanya hasil dari kekuatan logistik semata, melainkan juga berkat strategi komunikasi yang efektif.
"Lucianty tidak hanya berpengaruh di kalangan elite politik, tetapi juga mampu membangun simpati dan dukungan luas dari masyarakat," ungkap Haekal, Sabtu (12/10/2024).
Lebih lanjut, Haekal menambahkan bahwa strategi kampanye pasangan ini memanfaatkan pendekatan langsung ke masyarakat dengan fokus pada isu-isu yang dekat dengan kehidupan warga. Hal ini membuat mereka diterima dengan baik di berbagai daerah di Musi Banyuasin, bahkan di wilayah yang sebelumnya dianggap sulit dijangkau.
Sementara itu, pasangan Toha-Rohman yang menjadi pesaing utama dalam Pilkada Muba 2024, beberapa kali mencoba menggoyahkan posisi Lucianty-Syaparuddin melalui kampanye negatif. Namun, strategi tersebut justru dinilai tidak efektif dan cenderung kontraproduktif.
Beberapa kali, tim kampanye Toha-Rohman melancarkan serangan yang bersifat personal dan menggunakan isu-isu yang dianggap oleh banyak pemilih sebagai tidak relevan. Bahkan, tim advokasi hukum Lucianty telah melaporkan kampanye negatif tersebut ke Bawaslu Musi Banyuasin, karena dianggap melanggar etika kampanye yang sehat.
Alih-alih meruntuhkan popularitas Lucianty-Syaparuddin, kampanye negatif ini justru membuat dukungan kepada pasangan tersebut semakin menguat. Banyak pemilih yang menilai bahwa pendekatan Toha-Rohman tidak membawa solusi konkret bagi permasalahan masyarakat.
Dukungan terhadap pasangan Lucianty-Syaparuddin juga datang dari berbagai tokoh politik lokal dan nasional.
Ketua Tim Pemenangan Lucianty-Syaparuddin, Beni Hernedi, mengungkapkan keyakinannya bahwa pasangan ini akan mampu memenangkan Pilkada Muba 2024 dengan selisih suara yang signifikan. Menurutnya, masyarakat Musi Banyuasin sudah cerdas dalam memilih pemimpin yang berkapabilitas dan mampu membawa perubahan positif.
“Kami sangat percaya diri, terutama karena warga Musi Banyuasin telah melihat rekam jejak serta kemampuan yang dimiliki oleh Lucianty dan Syaparuddin. Meskipun ada berbagai upaya untuk menjatuhkan mereka melalui kampanye negatif, kami yakin bahwa warga sudah cukup pintar dalam menilai calon pemimpin yang terbaik,” terang Beni, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Musi Banyuasin.
Selain Beni, Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Cabang (DPTB) PKS Kabupaten Muba, Musheni, juga menyampaikan dukungan serupa. Musheni menilai, keunggulan Lucianty terletak pada rekam jejaknya yang positif dan komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk partai politik.
"Lucianty selalu menempati urutan teratas dalam survei-survei elektabilitas, bukan hanya karena dukungan partai besar, tetapi juga karena beliau mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dengan solusi yang konkret," ujar Musheni. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









