1.841 Jemaah Haji Sumsel Tiba di Tanah Air, Kloter 5 Debarkasi Palembang Mendarat

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 1.841 jemaah haji asal Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah kembali ke Tanah Air hingga hari ini. Kedatangan terbaru adalah kloter 5 yang membawa jemaah dari Palembang dan OKU Timur, mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Rabu (18/6/2025) dini hari WIB.
Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang, H. Abdul Qudus, menyampaikan bahwa kloter 5 membawa 368 jemaah.
"Dengan kedatangan kloter lima, Debarkasi Palembang hingga saat ini telah menerima kedatangan total 1.841 jemaah haji," ujar Abdul Qudus.
Abdul Qudus menjelaskan bahwa dari 368 jemaah kloter 5 yang tiba, satu jemaah tercatat meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji, yaitu Paimin Karyo Sumito (83) asal Kabupaten OKU Timur.
Namun, jumlah jemaah yang pulang tetap 368 orang karena adanya satu jemaah dari kloter 18 atas nama Ning Dap Subaida (87) asal Kabupaten Lahat yang mengajukan tanazul atau pulang lebih awal.
Baca Juga: 14 Jemaah Haji Embarkasi Palembang Meninggal Dunia, Terbanyak Asal Sumsel
"Ada satu yang meninggal saat sedang melakukan ibadah haji, jadi jemaah berkurang menjadi 367 orang. Namun satu jemaah haji kloter 18 mengajukan tanazul, sehingga jumlah jemaah yang pulang tetap 368 orang," jelas Abdul Qudus.
Dalam beberapa hari ke depan, giliran jemaah dari Bangka Belitung (Babel) yang akan kembali ke Tanah Air, tepatnya di kloter 6, 7, dan 8. Abdul Qudus menjelaskan bahwa jemaah dari Babel tidak akan singgah di Asrama Haji Sumsel.
"Mereka hanya akan transit di Bandara Internasional SMB II Palembang dan melanjutkan penerbangan menuju Pangkal Pinang," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jemaah haji asal Babel sudah menjadi Embarkasi Antara, sehingga akan diterima di Asrama Haji Pangkal Pinang. "Di Palembang, mereka hanya transit di bandara," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









