Sumsel

Imbas Isu Tutup, Pegawai Matahari IP Mall Palembang Terancam Nombok Barang Hilang

Kurnia | 20 April 2026, 14:57 WIB
Imbas Isu Tutup, Pegawai Matahari IP Mall Palembang Terancam Nombok Barang Hilang
Imbas Isu Tutup, Pegawai Matahari IP Mall Palembang Terancam Nombok Barang Hilang

AKURAT.CO SUMSEL Pasca kabar penutupan yang sempat viral di media sosial, aktivitas di Matahari Department Store IP Mall Palembang kini terpantau kembali berjalan normal, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, kondisi di dalam toko masih menyisakan dampak dari membludaknya pengunjung beberapa hari sebelumnya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah rak terlihat berantakan dan beberapa brand tampak kosong dari barang dagangan.

Situasi ini diduga imbas dari lonjakan pengunjung yang datang sejak akhir pekan lalu setelah isu penutupan toko beredar luas.

AN, salah satu pegawai, mengungkapkan bahwa banyak barang hilang maupun rusak akibat kepanikan masyarakat yang datang berbelanja.

“Banyak barang yang hilang dan rusak akibat isu yang beredar,” ujarnya.

Baca Juga: Matahari IP Mall Palembang Diisukan Tutup 26 April 2026, Warga Serbu Diskon Besar-Besaran dan Kenang Masa Lalu

Ia menegaskan, kabar yang menyebut adanya diskon besar-besaran tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, potongan harga yang diberikan masih dalam kategori normal, sama seperti gerai Matahari lainnya di Palembang.

“Tidak ada diskon besar seperti yang dikabarkan. Diskonnya normal seperti Matahari lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, AN menyebut kerugian akibat barang hilang dan rusak berpotensi dibebankan kepada pramuniaga. Saat ini, pihak toko masih menunggu hasil stock opname (SO) untuk mengetahui total kerugian.

“Sekarang belum tahu selisihnya berapa. Tapi biasanya kami yang harus menanggung. Kebijakannya tergantung masing-masing brand,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan situasi saat puncak keramaian terjadi. Pada Jumat, pengunjung mulai berdatangan dalam jumlah besar, hingga akhirnya memuncak pada Sabtu dan sulit dikendalikan.

“Puncaknya Sabtu, sudah tidak bisa dikontrol. Minggu kemarin bahkan diterapkan sistem buka-tutup, kalau ramai ditutup dulu, kalau sepi baru dibuka lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, kabar penutupan gerai ini turut berdampak pada nasib karyawan. Sekitar 300 pegawai disebut akan terdampak, baik melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pemindahan ke gerai lain.

“Pastinya ada yang kena PHK, ada juga yang di-rolling ke tempat lain,” tuturnya.

Ia menambahkan, operasional toko dijadwalkan akan berakhir dalam waktu dekat.

“Terakhir buka tanggal 26 April, tanggal 27 sudah tidak beroperasi lagi,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia