Sumsel

Jelang Haji, Menu Jemaah Diatur Ketat: Tanpa Pedas, Asam, hingga Soda

Kurnia | 20 April 2026, 16:26 WIB
Jelang Haji, Menu Jemaah Diatur Ketat: Tanpa Pedas, Asam, hingga Soda
jemaah haji Sumsel.

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang musim keberangkatan haji 2026, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan strategi khusus untuk menjaga kesehatan jemaah, salah satunya melalui pengaturan menu makanan yang lebih ramah bagi kondisi tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel yang juga tergabung dalam PPIH, Trisnawarman, mengatakan menu yang disediakan telah disusun berdasarkan rekomendasi medis guna memastikan kondisi jemaah tetap prima sejak di asrama hingga perjalanan ke Tanah Suci.

“Menu jemaah haji kami sesuaikan dengan rekomendasi Dinas Kesehatan, terutama agar aman bagi lambung,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, pengaturan ini menjadi penting mengingat sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan.

Baca Juga: Dari Sampah Jadi Energi, Proyek PSEL Palembang Dikebut, Target Operasi Oktober 2026

Untuk itu, PPIH secara khusus menghindari makanan dengan cita rasa ekstrem. Menu yang disiapkan tidak mengandung rasa terlalu pedas maupun asam, serta tidak menyediakan minuman bersoda.

“Kami tidak menganjurkan makanan asam, terlalu pedas, ataupun minuman bersoda. Menu dibuat dengan rasa yang lebih ringan agar mudah diterima tubuh,” jelasnya.

Meski demikian, beberapa menu khas seperti rendang tetap disediakan, namun dengan penyesuaian bumbu agar tidak terlalu pedas. Selain itu, pilihan menu juga dapat disesuaikan dengan alternatif lain seperti ayam atau ikan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Tak hanya makanan, konsumsi minuman juga menjadi perhatian. PPIH membatasi asupan kopi bagi jemaah dan lebih menganjurkan minuman yang lebih aman seperti air putih, teh, atau susu.

“Kami sarankan jemaah mengurangi kopi agar kondisi tubuh tetap stabil selama perjalanan dan ibadah,” tambahnya.

Selain pengaturan konsumsi, PPIH juga menekankan pentingnya kesiapan fisik jemaah. Pembinaan kesehatan telah dilakukan sejak awal melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), termasuk edukasi untuk menjaga pola tidur, mengatur aktivitas, serta disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan.

“Jemaah diimbau tidak terlalu lelah sebelum berangkat, cukup istirahat, dan menjaga pola makan agar kondisi tetap prima,” kata Trisnawarman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia