Luis De La Fuente Tak Mau Ulangi Kesalahan, Ini Strategi Redam Lionel Messi di Final

AKURAT.CO SUMSEL Final Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung duel dua kekuatan besar, Spanyol dan Argentina. Namun, bagi pelatih Spanyol Luis De La Fuente, laga melawan Lionel Messi bukanlah pengalaman baru.
Juru taktik berusia 65 tahun itu mengungkapkan kisah yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya.
Bertahun-tahun lalu, saat masih menangani tim junior Sevilla, ia pernah mencoba menghentikan Messi muda dengan strategi penjagaan ketat. Hasilnya justru menjadi pelajaran berharga yang tak pernah dilupakan.
De La Fuente menceritakan pengalaman tersebut saat konferensi pers menjelang final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga: Garong Bobol Lima Rumah di Jakabaring saat Warga Terlelap, Gasak Ponsel Korban yang Sedang Dicas
Menurutnya, ketika Sevilla menghadapi tim junior Barcelona, ia mendapat peringatan mengenai seorang pemain muda berbakat bernama Lionel Messi.
"Saat itu kami menerapkan penjagaan satu lawan satu sejak awal pertandingan. Hingga menit ke-70 skor masih 0-0," kenangnya.
Namun situasi berubah drastis ketika pemain yang bertugas mengawal Messi harus ditarik keluar setelah menerima kartu.
"Dalam waktu sekitar 15 menit, Messi mencetak empat gol ke gawang kami," ujar De La Fuente.
Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa mengandalkan penjagaan individu terhadap Messi bukanlah solusi yang efektif.
Karena itu, saat menghadapi Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026, Spanyol dipastikan tidak akan menerapkan strategi man-to-man marking terhadap kapten Albiceleste tersebut.
"Apakah kami akan melakukan penjagaan satu lawan satu terhadap Messi? Tidak. Tetapi kami tentu akan mengawasinya dengan sangat ketat," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, De La Fuente juga diminta membandingkan Lionel Messi dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Ia menilai Messi merupakan sosok panutan bagi pesepak bola muda di seluruh dunia, terutama karena konsistensinya yang masih mampu tampil luar biasa meski sudah memasuki usia senja sebagai pesepak bola.
"Messi adalah pemain dengan bakat luar biasa dan menjadi teladan bagi generasi muda. Apa yang ia tunjukkan di Piala Dunia kali ini sungguh spektakuler," katanya.
Meski begitu, De La Fuente menegaskan Lamine Yamal tidak perlu menjadi "Messi baru".
Menurutnya, pemain berusia muda itu harus berkembang dengan karakter dan identitas permainannya sendiri agar mampu mencapai potensi terbaiknya.
"Lamine harus menjadi Lamine. Dia memiliki jalannya sendiri," ujarnya.
Final Piala Dunia 2026 dipastikan menyedot perhatian publik dunia. Spanyol memburu gelar dunia keduanya setelah sukses pada edisi 2010, sedangkan Argentina bertekad mempertahankan status juara sekaligus menutup perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia dengan trofi.
Laga Spanyol kontra Argentina akan berlangsung pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui TVRI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






