Sumsel

Luis De La Fuente Tak Mau Ulangi Kesalahan, Ini Strategi Redam Lionel Messi di Final

Kurnia | 18 Juli 2026, 20:00 WIB
Luis De La Fuente Tak Mau Ulangi Kesalahan, Ini Strategi Redam Lionel Messi di Final
Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis De La Fuente, dalam sesi konferensi pers pra laga Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (19/7/2026). X/SEFutbol

AKURAT.CO SUMSEL Final Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung duel dua kekuatan besar, Spanyol dan Argentina. Namun, bagi pelatih Spanyol Luis De La Fuente, laga melawan Lionel Messi bukanlah pengalaman baru.

Juru taktik berusia 65 tahun itu mengungkapkan kisah yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya.

Bertahun-tahun lalu, saat masih menangani tim junior Sevilla, ia pernah mencoba menghentikan Messi muda dengan strategi penjagaan ketat. Hasilnya justru menjadi pelajaran berharga yang tak pernah dilupakan.

De La Fuente menceritakan pengalaman tersebut saat konferensi pers menjelang final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga: Garong Bobol Lima Rumah di Jakabaring saat Warga Terlelap, Gasak Ponsel Korban yang Sedang Dicas

Menurutnya, ketika Sevilla menghadapi tim junior Barcelona, ia mendapat peringatan mengenai seorang pemain muda berbakat bernama Lionel Messi.

"Saat itu kami menerapkan penjagaan satu lawan satu sejak awal pertandingan. Hingga menit ke-70 skor masih 0-0," kenangnya.

Namun situasi berubah drastis ketika pemain yang bertugas mengawal Messi harus ditarik keluar setelah menerima kartu.

"Dalam waktu sekitar 15 menit, Messi mencetak empat gol ke gawang kami," ujar De La Fuente.

Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa mengandalkan penjagaan individu terhadap Messi bukanlah solusi yang efektif.

Karena itu, saat menghadapi Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026, Spanyol dipastikan tidak akan menerapkan strategi man-to-man marking terhadap kapten Albiceleste tersebut.

"Apakah kami akan melakukan penjagaan satu lawan satu terhadap Messi? Tidak. Tetapi kami tentu akan mengawasinya dengan sangat ketat," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, De La Fuente juga diminta membandingkan Lionel Messi dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.

Ia menilai Messi merupakan sosok panutan bagi pesepak bola muda di seluruh dunia, terutama karena konsistensinya yang masih mampu tampil luar biasa meski sudah memasuki usia senja sebagai pesepak bola.

"Messi adalah pemain dengan bakat luar biasa dan menjadi teladan bagi generasi muda. Apa yang ia tunjukkan di Piala Dunia kali ini sungguh spektakuler," katanya.

Meski begitu, De La Fuente menegaskan Lamine Yamal tidak perlu menjadi "Messi baru".

Menurutnya, pemain berusia muda itu harus berkembang dengan karakter dan identitas permainannya sendiri agar mampu mencapai potensi terbaiknya.

"Lamine harus menjadi Lamine. Dia memiliki jalannya sendiri," ujarnya.

Final Piala Dunia 2026 dipastikan menyedot perhatian publik dunia. Spanyol memburu gelar dunia keduanya setelah sukses pada edisi 2010, sedangkan Argentina bertekad mempertahankan status juara sekaligus menutup perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia dengan trofi.

Laga Spanyol kontra Argentina akan berlangsung pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui TVRI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia