Sumsel

Anggaran Kemendikdasmen 2027 Rp61,1 Triliun, Porsi Terbesar untuk Kesejahteraan Guru Non-ASN

Kurnia | 15 Agustus 2026, 20:00 WIB
Anggaran Kemendikdasmen 2027 Rp61,1 Triliun, Porsi Terbesar untuk Kesejahteraan Guru Non-ASN
Ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat pagu anggaran sebesar Rp61,1 triliun untuk 2027. Porsi terbesar dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan total anggaran tersebut terdiri atas Rupiah Murni Rp61,0 triliun, anggaran Badan Layanan Umum (BLU) Rp30,8 miliar, serta Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp9,05 miliar.

Hal itu disampaikan Atip dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 yang disiarkan Kementerian Keuangan, Jumat (14/8/2026).

Dari total pagu tersebut, sekitar Rp55,51 triliun diarahkan untuk menjalankan sejumlah program prioritas nasional di sektor pendidikan.

Anggaran terbesar dalam daftar program tersebut dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, yakni mencapai Rp14,09 triliun.

Menurut Atip, besarnya anggaran tersebut berkaitan dengan meningkatnya jumlah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta.

Baca Juga: Herman Deru Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Akan Pangkas Take Home Pay ASN Sumsel

Selain kesejahteraan guru, pemerintah juga menyiapkan anggaran besar untuk Program Indonesia Pintar (PIP). Program tersebut mendapat alokasi Rp13,79 triliun dan ditargetkan menjangkau sekitar 18 juta siswa.

Penetapan penerima PIP nantinya akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas

Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu prioritas pemerintah dengan anggaran Rp9,28 triliun.

Atip mengatakan revitalisasi sekolah merupakan program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat direvitalisasi pada 2028.

"Ini bagian dari program masif yang dicanangkan oleh Bapak Presiden sejak tahun lalu dan dilaksanakan dengan swakelola oleh sekolah masing-masing," ujar Atip.

Sementara itu, program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mendapat alokasi Rp7,21 triliun. Program tersebut ditujukan untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi siswa dengan prestasi dan bakat istimewa, mulai jenjang SMP hingga SMA.

Kemendikdasmen juga mengalokasikan Rp5,83 triliun untuk digitalisasi pendidikan dan Rp5 triliun untuk bantuan pendidikan dasar gratis sebagai bagian dari upaya menuju pelaksanaan Wajib Belajar 13 tahun.

Ada pula anggaran Rp250 miliar untuk bantuan perlengkapan sekolah dan Rp40 miliar untuk program Studio Guru.

Anggaran Pendidikan untuk Pemerataan

Selain program prioritas nasional, Kemendikdasmen menyiapkan sejumlah anggaran untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Di antaranya dukungan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) sebesar Rp176,5 miliar, beasiswa ADEM Rp123,6 miliar, beasiswa prestasi Rp245,8 miliar, serta beasiswa kualifikasi akademik S1/D4 bagi guru sebesar Rp210 miliar.

Pemerintah juga menyiapkan Rp152,1 miliar untuk pengembangan kompetensi STEM, MIPA, dan digitalisasi pembelajaran bagi guru.

Sementara peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan berstandar industri mendapat Rp133,9 miliar. Adapun peningkatan dan penjaminan mutu satuan pendidikan dialokasikan Rp227,3 miliar.

Dengan pagu tersebut, Kemendikdasmen menempatkan peningkatan kesejahteraan guru, pemerataan akses pendidikan, revitalisasi sekolah, hingga digitalisasi sebagai bagian utama kebijakan pendidikan pada 2027.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia