Sumsel

Prabowo: Kritik Itu Menyelamatkan, Tapi Jangan Berubah Jadi Fitnah

Kurnia | 24 Juli 2026, 13:00 WIB
Prabowo: Kritik Itu Menyelamatkan, Tapi Jangan Berubah Jadi Fitnah
Presiden Prabowo Subianto

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dari masyarakat.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi selama disampaikan secara objektif dan bertujuan membangun, bukan berisi fitnah atau caci maki.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

"Kritik itu penting karena bisa menjadi masukan bagi pemerintah. Namun, kritik berbeda dengan fitnah atau serangan yang tidak didasarkan pada fakta," ujar Prabowo.

Baca Juga: Petisi Final Piala Dunia 2026 Diulang Tembus 80 Ribu Tanda Tangan, Bisakah FIFA Mengabulkannya?

Prabowo menegaskan berbagai kritik maupun serangan terhadap pemerintah tidak akan mengubah komitmen pemerintah selama kebijakan yang dijalankan tetap berada di jalur yang benar dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah akan tetap fokus bekerja dan menyelesaikan berbagai program pembangunan tanpa terpengaruh oleh narasi yang dinilai dapat melemahkan kepercayaan publik.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung adanya berbagai isu yang menyebut Indonesia berada di ambang krisis atau bahkan akan kolaps.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu mudah terpengaruh oleh narasi tersebut. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia dan mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan.

Prabowo kemudian mengibaratkan pemerintah sebagai sebuah tim yang sedang bertanding di lapangan. Menurutnya, sebuah tim membutuhkan dukungan agar mampu memberikan hasil terbaik, bukan justru dijatuhkan semangatnya saat sedang berjuang.

Ia berharap masyarakat terus memberikan semangat sekaligus masukan yang membangun demi kemajuan bangsa.

Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.

Namun, ia mengingatkan agar setiap kritik tetap disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak disertai penyebaran informasi yang menyesatkan.

Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta bergotong royong menghadapi berbagai tantangan pembangunan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia