Kematian Akibat DBD di Sumsel Didominasi Anak Sekolah, Capai 41 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Selatan kini memberikan peringatan serius bagi para orang tua dan pihak sekolah. Meski kasus positif didominasi usia produktif, data terbaru menunjukkan bahwa fatalitas atau angka kematian justru paling banyak menyerang anak-anak usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa dalam tujuh tahun terakhir, kelompok umur 5-14 tahun mencatatkan angka kematian tertinggi, yakni mencapai 41% dari total kasus kematian akibat dengue.
Trisnawarman menyoroti adanya perbedaan mencolok antara kelompok dengan kasus tertinggi dan tingkat kematian terparah. Meski dominasi kasus sebanyak 42% dialami oleh kelompok usia produktif (15-44 tahun), namun fatalitas justru paling banyak menyerang anak-anak.
Tercatat, kelompok usia 5-14 tahun menjadi yang paling rentan kehilangan nyawa dengan sumbangan angka kematian mencapai 41%.
Baca Juga: Hindari Alat Berat, Pemuda 21 Tahun di Palembang Tewas Terlindas Truk Hino
"Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah merupakan kelompok yang sangat rentan. Hal ini menjadi perhatian khusus kami dalam upaya penanganan dengue di Sumsel," ujar Trisnawarman, Jumat (20/2/2026).
Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 4.437 kasus DBD di Sumsel dengan 22 korban jiwa. Kota Palembang menempati urutan pertama dengan 968 kasus dan 3 angka kematian.
Guna menekan risiko pada anak, Dinkes Sumsel kini menggencarkan strategi komprehensif yang memadukan langkah medis dan teknologi.
Program ini mencakup vaksinasi dengue dan pemantauan aktif bagi anak usia 6-10 tahun di Palembang, penggunaan teknologi ovitrap untuk menekan populasi nyamuk, serta optimalisasi peran Jumantik di lingkungan rumah maupun sekolah.
Dinkes Sumsel menekankan bahwa tantangan DBD tidak bisa diselesaikan oleh pihak kesehatan saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan untuk memastikan lingkungan sekolah dan pemukiman tetap bersih.
"Kami berharap inisiatif di Palembang ini dapat menjadi model bagi wilayah lain di Sumsel untuk memperkuat pengendalian dengue, khususnya bagi kelompok usia yang sangat rentan ini," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 65 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 7Benarkah Pendaftaran CPNS 2026 Sudah Dibuka? Cek Fakta dan Kebenarannya di Sini
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








