Ayam Murah Meriah, Harga Jatuh hingga Rp14 Ribu di Pasar Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Palembang mengalami penurunan drastis dalam beberapa hari terakhir.
Daging ayam potong kini dijual hanya Rp25 ribu per kilogram, jauh dari harga sebelumnya yang sempat menembus Rp32 ribu hingga Rp36 ribu pada awal April 2025.
Sementara itu, harga ayam hidup bahkan merosot hingga Rp14 ribu per kilogram di beberapa titik distribusi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Ruzuan Effendy, menyebut penurunan harga ini disebabkan oleh stok ayam yang melimpah akibat lambatnya penyerapan pasar selama libur panjang Lebaran.
"Libur Lebaran yang mencapai lebih dari 10 hari menyebabkan stok ayam dari peternak tidak terserap maksimal, sehingga menumpuk dan menekan harga di tingkat peternak maupun pedagang," ungkap Ruzuan, Kamis (24/4/2025).
Harga ayam ras hidup (livebird) kini dijual sekitar Rp14 ribu per kilogram, turun signifikan dari harga normal Rp18 ribu.
Ruzuan menjelaskan, keterlambatan distribusi selama Lebaran ditambah lonjakan produksi ayam ras turut memicu kelebihan pasokan yang tidak seimbang dengan permintaan pasar.
Baca Juga: Pria di Palembang Disiram Air Keras oleh Kerabat Saat Pulang dari Sekolah, Luka Bakar 30 Persen
“Produksi ayam terus berjalan, sementara daya beli masyarakat justru stagnan atau cenderung menurun. Belum lagi stok DOC FS (day old chick final stock) yang terus meningkat tanpa diikuti pengendalian distribusi,” katanya.
Di Pasar Soak Batok, harga ayam potong kini bertengger di Rp25 ribu per kilogram, turun dari kisaran Rp28 ribu hingga Rp30 ribu. Sedangkan di Pasar Induk Jakabaring, ayam hidup dijual mulai dari Rp14 ribu per ekor.
Perbedaan harga ini, menurut Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Palembang, Elsa Noviani, merupakan hal yang wajar. Ia menyebut faktor lokasi, biaya distribusi, dan sumber pasokan sebagai penyebab utama.
“Setiap pedagang mendapatkan ayam dari sumber yang berbeda-beda, baik agen maupun kandang. Lokasi pasar yang jauh dari sentra produksi juga membuat ongkos angkut lebih tinggi,” ujar Elsa.
Selain distribusi, biaya operasional seperti penyimpanan dan transportasi juga menjadi beban tambahan bagi pedagang yang kemudian turut memengaruhi harga jual ke konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







