Update Gempa M 7 NTT: 38 Orang Meninggal hingga BMKG Catat 235 Gempa Susulan Terjadi

AKURAT.CO SUMSEL - Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Gempa tersebut menyebabkan ribuan orang mengungsi dan puluhan orang meninggal dunia.
Sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan. Berikut rangkaian update Gempa M 7 NTT:
Baca Juga: Bersihkan Lahan, Pensiunan di Palembang Dikejutkan Temuan Benda Mirip Granat Berkarat
1. Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 38 Orang
BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi M 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
BNPB juga mencatat sebanyak dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan dan 2000 orang mengungsi secara mandiri.
Baca Juga: Balasan Tegas Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
2. Peringatan Tsunami
BMKG menginformasikan gempa bumi terjadi Mbay Nagekeo dengan kekuatan magnitudo 7,7. Gempa bumi ini disertai peringatan gelombang tsunami.
"#Gempa Mag:7.7, 15-Aug-2026 04:58:24WIB, Lok:8.35LS, 121.37BT (36 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT), Kedlmn:10 Km," tulis BMKG melalui akun X.
Baca Juga: Enam Helikopter Water Bombing Siaga di Sumsel, Satu Armada Tambahan Masih Ditunggu
BMKG lalu memutakhirkan data gempa M 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi M 7.
Saat ini, peringatan dini tsunami pun telah berakhir.
3. 5 Bandara Mengalami Kerusakan
Baca Juga: Herman Deru Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Akan Pangkas Take Home Pay ASN Sumsel
Selain korban jiwa, gempa yang terjadi pada pukul 05.58 WITA juga menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur.
Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya termasuk lima bandara di NTT. Kelima bandara tersebut antara lain:
Baca Juga: Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
Bandara Komodo - Labuan Bajo;
Bandara H. Hasan Aroeboesman - Ende;
Bandara Umbu Mehang Kunda - Waingapu;
Bandara Frans Sales Lega - Ruteng;
Bandara Soa - Bajawa.
Baca Juga: Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
4. Terjadi Gempa Susulan
BMKG mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa susulan terjadi di wilayah NTT.
"Kejadian gempa bumi susulan. Terhitung jam 14.00 WIB, terdapat 235 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,8 magnitudo. Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga: Lima Warung di Palembang Didatangi Dua Pria, Bayar Rokok Pakai Uang Rp100 Ribu Diduga Palsu
BMKG menjelaskan aktivitas gempa susulan umumnya akan mengalami peluruhan secara bertahap. Proses tersebut bisa berlangsung selama sekitar 2-3 minggu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








