Mahfud MD Angkat Bicara Mengenai Pejabat dan Aparat yang Terlibat dalam Kegiatan Tambang Ilegal

AKURAT.CO SUMSEL Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD, angkat bicara mengenai pejabat dan aparat yang disebutnya dalam debat keempat sebagai pendukung para pelaku tambang ilegal.
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan itu mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memulai pengungkapan, meskipun belum semuanya.
Namun, Mahfud menyarankan untuk bertanya langsung kepada Ketua KPK, yang mengungkapkan hal tersebut dalam acara Paku Integritas KPK beberapa waktu lalu.
"Ya, kita sudah mulai bongkar-bongkar tapi belum semua. Kalau mau tanya itu lebih gampang tanya ke Ketua KPK, karena itu pidato resmi Ketua KPK di dalam acara Paku Integritas kepada calon presiden dan cawapres," ujar Mahfud saat diwawancarai di Posko Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Selasa (23/1/2024).
"Ketua KPK menyatakan, di Indonesia banyak mafia-mafia tambang dan lain-lain itu dibacking oleh aparat pejabat dan seluruhnya, sehingga sumber korupsinya di situ," tambahnya.
Mahfud juga menyentuh tentang pidato Ketua KPK dalam acara Paku Integritas, di mana Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dijadikan dasar untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat.
Ia menyoroti pidato yang menyebutkan, bahwa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) harus dijadikan dasar untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat.
Menurutnya, ini merupakan langkah bagus, sehingga calon pejabat harus melaporkan LHKPN-nya sebelum menjabat.
"Misalkan baru 5 bulan kok ketahuan LHKPN-nya ketahuan bohong dulu, atau sekarang kok bertambah banyak luar biasa, di luar profilnya, itu dasar memberhentikan juga. Itu kan bagus ya, menurut saya. Itu Ketua KPK lah ya yang teknis-teknis itu," pungkasnya.
Pada debat keempat Pilpres sebelumnya, Mahfud menyatakan bahwa memberantas kegiatan penambangan ilegal tidak mudah karena pelakunya dilindungi oleh aparat.
Terkait pernyataan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa para prajurit atau perwira Angkatan Darat sudah tidak lagi terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal. [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









