5 Fakta Dugaan Korupsi Whoosh, Utang Capai Rp118 Triliun hingga Pernyataan Jokowi Disorot

AKURAT. CO SUMSEL - Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh kini semakin mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menaikkan status kasus dugaan korupsi Whoosh ke tahap penyelidikan.
Berikut fakta-fakta terkini terkait dugaan korupsi whoosh yang berhasil dihimpun AKURAT. CO SUMSEL dari berbagai sumber:
Baca Juga: 4 Cara Cepat Pahami Bahasa Palembang, dari “Apo Kagek” hingga “Galo”
1. KPK Naikkan Status ke Penyelidikan
KPK memastikan kasus dugaan korupsi Whoosh telah resmi masuk tahap penyelidikan.
Adapun proses penyelidikan sudah berlangsung sejak awal 2025.
Baca Juga: Sinopsis Murderer Report, Pertemuan Wawancara Menegangkan Antara Jurnalis dan Pembunuh Berantai
Namun, terkait temuan apa saja yang diselidiki masih belum diungkap secara rinci oleh KPK.
2. Dugaan Mark Up Anggaran Jadi Sorotan Utama
Fokus utama penyelidikan ini adalah adanya dugaan penggelembungan dana atau mark up anggaran proyek kereta cepat Woosh.
Baca Juga: Info Pemadaman Listrik PLN Palembang Hari Ini: Sekolah, Kampus hingga Kantor Pemerintahan Terdampak
Hal ini sebagaimana diungkapkan eks Menkopolhukam Mahfud MD di kanal YouTubenya pada 14 Oktober lalu.
Mahfud menyebut, ada kemungkinan penggelembungan dana hingga 3 kali lipat dalam proses pembangunan kereta cepat.
Menurut Mahfud, biaya per kilometer kereta Whoosh di Indonesia mencapai 52 juta dollar AS, atau jauh lebih tinggi dari perhitungan di China yang hanya sekitar 17-18 juta dollar AS.
Baca Juga: 4 Wisata Palembang Paling Populer Sepanjang Masa
Ia pun mempertanyakan siapa yang menaikkan anggaran hingga untuk siapa dana tersebut mengalir.
3. Pergeseran Kontrak Kerjasama dari Jepang ke China juga Disorot
Pergeseran kontrak dari Jepang ke China pada 2015–2016 juga menjadi sorotan dalam dugaan korupsi Whoosh.
Baca Juga: Isu Dana Rp2,1 Triliun di Bank Sumsel Babel, Herman Deru: Perlu Lihat Datanya Dulu
Menurut Mahfud MD, perpindahan tersebut membuat bunga pinjaman melonjak tajam dari 0,1% (tawaran Jepang) menjadi 3,4% (kontrak dengan China), sehingga beban pembiayaan meningkat drastis.
4. Beban Utang Mencapai Rp118 Triliun
Total biaya proyek kereta cepat Whoosh mencapai US$ 7,27 miliar atau sekitar Rp 118,9 triliun, termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$ 1,2 miliar.
Baca Juga: Wanita di Lubuklinggau Gelapkan Rp159 Juta Dana Perusahaan Demi Investasi Online
Sejak digarap pada 2016, proyek ini telah menjadi perhatian publik karena kompleksitas finansial.
Angka ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi pengelolaan dana, terlebih jika terbukti terjadi pembengkakan biaya yang tidak proporsional.
5. Pernyataan Jokowi Woosh Bukan Proyek Cari Untung Disorot
Baca Juga: 2.181 Honorer di Palembang Siap Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu
Hal lain yang menjadi sorotan dalam kasus dugaan korupsi ini adalah pernyataan Jokowi yang menyebut pembanguna Woosh bukanlah proyek untuk mencari keuntungan finansial.
Melainkan untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat kemacetan yang mencapai Rp100 triliun per tahun di kawasan Jakarta–Bandung.
Kata Jokowi, kalau di Jakarta rugi hingga Rp65 triliun per tahun, maka Jabodetabek dan Bandung bisa di atas Rp100 triliun. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









