Iran Klaim Bunuh 200 Tentara AS, Pasukan Khusus Amerika Siap Rebut Nuklir

AKURAT.CO SUMSEL - Kesepakatan damai yang hampir tercapai di antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran terancam runtuh.
Hingga malam ke 15, kedua negara masih terus melanjutkan aksi saling serang.
Iran bahkan dilaporkan mengklaim telah menghancurkan 11 pesawat militer dan membunuh 200 tentara AS.
Baca Juga: Kunjungan Kapal di Pelabuhan Melonjak Tajam pada Mei 2026, Didominasi Pelayaran Domestik
Sementara itu, pasukan khusus AS disebut tengah menyiapkan operasi perebutan bom nuklir. Inilah update perang AS Vs Iran hingga Minggu, 26 Juli 2026:
1. Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim pada hari Sabtu bahwa angkatan bersenjatanya telah menghancurkan 11 pesawat militer dan helikopter Amerika Serikat (AS) di darat selama konflik 15 hari terakhir.
Garda Revolusi juga mengklaim data yang benar adalah lebih dari 200 tentara Amerika telah tewas sejak perang dimulai akhir Februari.
Namun, data ini berseberangan dengan apa yang pernah disampaikan Pentagon.
Pentagon awalnya mencatat jumlah tentara Amerika yang tewas sejumlah 18, namun tiba-tiba direvisi menjadi 14 personel.
2. Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran
Amerika Serikat dulaporkan tengah mempertimbangan operasi militer yang bertujuan untuk merebut fasilitas nuklir milik Iran.
Baca Juga: Trump Sebut LeBron James "Rasis", Pilih Michael Jordan sebagai Pebasket Terbaik NBA
Operasi tersebut rencananya akan melibatkan ribuan pasukan khusus.
3. Trump Batal Serang Iran Besar-besaran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menunda atau membatalkan, setidaknya untuk saat ini, rencana untuk menyerang Iran secara besar-besaran.
Pembatalan serangan terjadi setelah Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memperingatkan bahwa perang yang lebih luas dapat menguras persediaan rudal pencegat untuk sistem pertahanan Patriot Amerika di Timur Tengah.
Baca Juga: Video Duel Remaja Bersenjata Tajam di Palembang Viral, Warga Minta Polisi Perketat Patroli
Trump dan para penasihat militernya juga mempertimbangkan kemungkinan perang regional yang lebih luas, kerusakan hubungan dengan sekutu Teluk yang rentan, tekanan lebih lanjut pada ekonomi global, dan krisis energi dan pengungsi yang memburuk.
4. Inflasi Terancam Meluas ke Logistik
Lonjakan biaya logistik global akibat pengalihan jalur pelayaran internasional mulai memunculkan tekanan inflasi baru tidak hanya dipicu dari kenaikan harga minyak.
Meningkatnya biaya pengiriman, bahan bakar, dan premi asuransi dinilai berpotensi memicu inflasi berbasis biaya (cost-push inflation) yang lebih sulit dikendalikan melalui kebijakan moneter.
Baca Juga: 350 Relawan Bersihkan Bantaran Sungai Musi, Gerakan Berawal dari Video Viral Kampung Kapitan
Tekanan terhadap biaya logistik dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah.
Sejak akhir Februari 2026, setelah operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu penutupan Selat Hormuz, empat perusahaan pelayaran peti kemas terbesar dunia, yakni Maersk, MSC, CMA CGM, dan Hapag-Lloyd, menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.
Kapal-kapal dialihkan melalui Tanjung Harapan (Cape of Good Hope), sehingga waktu pelayaran bertambah 10 hingga 14 hari dengan tambahan jarak sekitar 3.500 hingga 4.000 mil laut untuk rute Asia-Eropa.
Baca Juga: 12 Titik Karhutla Muncul di Sumsel, Empat Helikopter Dikerahkan Padamkan Api dari Udara
Perubahan rute tersebut berdampak langsung pada kenaikan biaya operasional.
Tambahan konsumsi bahan bakar diperkirakan mencapai USD1,2 juta hingga USD2,5 juta untuk setiap perjalanan pulang-pergi, tergantung ukuran kapal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









