Sumsel
HL Sumsel

Cara Menyimpan Daging Kurban Idul Adha 2026 agar Tetap Segar, Awet, dan Higienis

Kurnia | 27 Mei 2026, 09:00 WIB
Cara Menyimpan Daging Kurban Idul Adha 2026 agar Tetap Segar, Awet, dan Higienis
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya pembagian daging kurban. Namun, masih banyak masyarakat yang keliru saat menyimpan daging sehingga cepat rusak, berbau, bahkan berisiko membahayakan kesehatan.

Mulai dari langsung mencuci daging, menyimpan dalam kantong kresek, hingga mencampur jeroan dengan daging menjadi kesalahan yang sering dilakukan setelah pembagian kurban.

Padahal, cara menyimpan daging kurban yang benar sangat penting agar kualitas daging tetap segar, higienis, dan tahan lama saat disimpan di kulkas maupun freezer.

Berikut panduan lengkap menyimpan daging kurban Idul Adha 2026 agar tetap awet dan aman dikonsumsi.

Baca Juga: 750 Personel Disiagakan, Polisi Fokus Amankan Salat Idul Adha hingga Pemotongan Kurban di Palembang

Jangan Langsung Mencuci Daging Kurban

Banyak orang mengira mencuci daging sesaat setelah diterima adalah langkah tepat. Faktanya, kebiasaan ini justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri.

Air yang digunakan untuk mencuci daging segar dapat memercikkan bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter ke area wastafel, meja dapur, hingga peralatan makan.

Selain itu, daging yang terlalu basah lebih cepat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Jika terdapat kotoran seperti bulu atau pasir, cukup bersihkan menggunakan tisu dapur sekali pakai atau potong bagian yang kotor dengan pisau bersih.

Pisahkan Jeroan dan Daging

Jeroan seperti hati, paru, dan usus sebaiknya tidak disimpan bersamaan dengan daging.

Hal ini karena jeroan memiliki tingkat kontaminasi bakteri lebih tinggi dan lebih cepat membusuk dibandingkan daging biasa.

Gunakan wadah terpisah untuk menyimpan jeroan dan disarankan segera diolah pada hari yang sama agar kualitasnya tetap terjaga.

Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar

Agar daging kurban tahan lama, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:

  • Potong daging sesuai ukuran sekali masak agar lebih praktis saat digunakan.

  • Gunakan wadah plastik tertutup rapat atau food container, bukan kantong kresek.

  • Simpan daging di freezer untuk daya tahan lebih lama.

  • Sebelum dimasak, pindahkan daging dari freezer ke kulkas bawah agar mencair perlahan.

  • Daging yang sudah mencair jangan dibekukan kembali karena bisa menurunkan kualitas dan memicu pertumbuhan bakteri.

Selain itu, hindari langsung memasukkan daging dari suhu ruang ke freezer. Simpan terlebih dahulu di kulkas bawah selama 2-3 jam sebelum dipindahkan ke freezer agar tekstur daging tetap baik.

Berapa Lama Daging Kurban Bisa Bertahan?

Daya tahan daging sangat dipengaruhi suhu penyimpanan.

  • Suhu ruang (25-30°C): aman hanya 2-4 jam.

  • Chiller atau kulkas bawah (0-4°C): bertahan 3-5 hari.

  • Freezer di bawah -10°C: bisa bertahan lebih dari satu minggu.

  • Freezer suhu -18°C: daging dapat awet hingga 6-12 bulan.

Hindari Cairkan Daging dengan Air Panas

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah mencairkan daging beku menggunakan air panas.

Cara ini dapat membuat bakteri berkembang lebih cepat pada permukaan daging.

Metode paling aman adalah thawing di kulkas, yaitu memindahkan daging dari freezer ke chiller atau kulkas bawah sehari sebelum dimasak.

Cara tersebut menjaga suhu daging tetap stabil dan aman dari pertumbuhan bakteri berbahaya.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban Idul Adha tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap higienis dan aman dikonsumsi keluarga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia